Pengalaman Perpanjang SIM C di Polres Pasuruan Tahun 2019

Anyway selamat Idul Fitri 1440 Hijriah buat temen-temen sekalian yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin. Jadi gini, saat lebaran kemaren pastinya sebagai anak rantau yang pengin ketemu orang tuanya gue harus mudik dong. Buat yang belum tahu, gue merantau di mana bisa baca di Perjalanan 2.5 Tahun Setelah Bekerja di Kontraktor bisa baca di Pengalaman Medical Check Up Rutin Tahunan di Prodia bisa di Hijrah dan Anak Muda bisa di Pengalaman Proyek Pertama: AEON Mall Jakarta Garden City dan bisa di postingan-postingan yang lain.

Polres Pasuruan, gue dateng sekiranya jam 6:45
Oke, singkatnya gini aja gue lahir di Surabaya, SD-SMK di Purwosari Pasuruan, Kuliah di Malang, Kerja di Jakarta dan kemudian di Cikampek dan akhirnya balik lagi di Jakarta. Pengalaman mudiknya ga gue tulis, soalnya gaada yang unik dan mungkin elo semua udah tau lah gimana caranya mudik naik kereta atau pesawat dari manapun di Pulau Jawa. Sama aja. Gaada yang beda. Mungkin buat yang pengin sekali-kali naik bus bisa baca artikelnya di Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus.

Sebelum berangkat, seengganya siapin yang bakalan diperlukan ketika di Polres untuk perpanjangan SIM, dalam kasus ini gue perpanjang SIM C. Bisa juga dipakai buat elo yang mau perpanjang SIM A dan B. Kali aja ada supir truk yang baca blog gue.

Yang diperlukan adalah : 
  1. KTP Asli (Wajib)
  2. SIM Asli yang mau diperpanjang (Wajib)
  3. Fotocopy KTP 3 lembar (Wajib)
  4. Fotocopy SIM 3 lembar (Wajib)
  5. Surat keterangan sehat (Wajib).
Kenapa gue tulis wajib gitu? Karena nanti bakalan ada yang nanya "Kak, itu emang harus banget ya punya KTP Asli, kalau ilang gimana?" dsb. Tenang, bakalan gue jelasin detail kok.

Untuk yang (Poin 1), Wajib membawa KTP asli memang dari Polres Pasuruannya sendiri mewajibkan, ada beberapa yang gue temuin kemaren orang-orang yang ketahan di depan pintu masuk ga bisa sama sekali registrasi atau nyerahin berkas karena ga punya KTP. Ada juga yang berhasil masuk ke dalem dan sampe proses foto SIM, tapi pas pengambilan SIM, kartu SIMnya ga bisa diambil dan harus membawa KTP asli. Jadi rugi banget kan udah ngantre lama banget, registrasi bahkan ampe foto tapi sama pak Polisi disuruh balik bawa KTP Atau membuat surat keterangan di Disdukcapil Pasuruan. Surat keterangannya berisi bahwa, KTP lo ilang atau kebawa sama mantan selama bertahun-tahun dan elo takut buat ngambilnya.
Untuk (Poin 2), Harus membawa SIM Asli yang lama, yang akan diperpanjang. Soalnya sistemnya itu replacement. Artinya SIM yang lama akan diganti dengan SIM yang baru.  Jadi gaakan ada kejadian dimana 1 orang punya SIM Ganda dengan versi yang sama. Jangan bilang "kak SIM aku yang lama ilang" - Urus dulu. Atau bahkan ada yang nanya "Kak, aku mau perpanjang SIM, tapi aku belum punya SIM" Adek mau perpanjang SIM atau mau memperpendek umur? sini kakak bantu.
Untuk yang (Poin 5) saran gue sih ya, bikin surat sehatnya di Polres Pasuruan aja, buat yang kekeuh mau bikin surat sehat di Puskesmas atau di tempat lain sih ya silahkan saja, tapi ga gue rekomendasikan soalnya takutnya di dalem pas pemeriksaan berkas, bakalan di cek. Gue juga ga tau apakah surat sehat lo itu legal atau engga untuk digunakan sebagai salah satu pemenuhan syarat perpanjangan SIM di Polres Pasuruan.

Untuk yang poin 3&4 ga usah gue jelasi lah yaa, pokoknya mah bawa aja. Siapin seengganya H-1 sebelum mengurus supaya ga kelabakan di Polres karena nih yaa, bakalan banyak banget orang yang mau perpanjang SIM.

Gue berangkat dari rumah (Perumaha Martopuro Purwosari, belakangnya gedung serba guna atau Graha Sena. Terserah elo mau berangkat dari mana, kalau misalkan niat untuk perpanjang SIM (Secara General) ataupun secara khusus untuk daerah Pasuruan, baca baik-baik nih tips dari gue :

  1. Berangkat usahakan sepagi mungkin (kondisional tergantung jarak rumah ke lokasi)
  2. Sarapan
  3. Siapin semua berkas-berkas yang dibutuhkan minimal H-1
  4. Bawa temen/saudara/keluarga
Poin 1 - Berangkat sepagi mungkin. Tolong jangan dinterpretasi ke tafsir yang salah ya, maksud gue misalkan elo bangun jam 4:30 pagi, ya usahain lah elo berangkat jam 6 pagi atau sebelumnya. Karena apa? Karena di sana bakalan banyak banget orang, kalau aja sampai bangun kesiangan ya udah deh elo bakalan pulang sorean. Sesuaikan juga dengan jarak tempuh lo ke lokasi, kalau misalkan rumah elo udah sebelahan pas banget nih sama lokasi, ya udah jangan berangkat abis sholat subuh karena kalau sampe berangkat setelah sholat subuh berarti keknya ada yang salah sama jaringan saraf di kepala lo deh.
Poin 2 - Sarapan. Setelah elo bangun jangan langsung berangkat hajar miring, karena meskipun elo berangkat pagi, sudah dipastikan bakalan menghabiskan waktu berjam-jam di sana. Kecuali emang jumlah staff di lokasi lebih banyak daripada pendaftar. Di sisi lain, juga bakalan sedikit menguras tenaga sih karena kalau di Polres Pasuruan ini tempat pelayanannya 1 dengan yang lain itu berbeda-beda tempat. Lumayan pegel dikit lah kalau jalan kaki.
Poin 3 - Siapin semua berkas yang dibutuhin. Ini udah gue bahas di atas tadi berkas apa aja yang harus di bawa kalau ga mau panik di lokasi. 
Poin 4 - Bawa temen/saudara/keluarga. Cukup 1 orang aja, jadi kalau sama elo bakalan berdua. Ga usah dibawa 1 keluarga, temen 1 kelas ataupun saudara sampai beberapa generasi. Gausah. Terlalu berlebihan. Kenapa harus ada orang lain selain elo, padahal yang butuh elo? karena ketika di sana seengganya ada temen yang bisa diajak ngobrol dan bantuin dikit dikit. Contoh banget sih kemaren waktu perpanjangan SIM ini gue sama Bokap. Gue ngantre untuk ambil surat keterangan sehat, sedangkan Bokap gue bantuin buat antre ambil map warna biru. Nanti gue jelasin lagi di bawah.

Pokoknya saran gue yang lainnya itu, sesampainya di Polres elo langsung antre ambil map warna biru untuk SIM C.

Masih jam 7 pagi kurang, udah ada sekitar 8-9 orang yang antre buat ambil map
Setelah ambil map, elo bisa langsung lari buat ke step berikutnya yaitu antre untuk dapetin surat kesehatan.

Nah kurang lebih map kayak gini lah.
Setelah ambil, langsung aja ke depan Polres di situ ada semacam tempat untuk dapetin surat kesehatan, dokternya juga legal dari Polres sendiri.

Seperti yang lo lihat cuma ada 1 orang yang antre, 1 nya itu kayak yang bantu-bantu susternya gitu.
Emang sih kelihatan sepi ya, tapi beberapa saat setelah foto ini diambil banyak banget orang-orang yang mau minta surat keterangan sehat di sini.

Proses pembuatan surat keterangan sehat

Di sini peran poin 1 tadi akan terasa, ketika lo berangkat pagi dan sampai pagi juga di Polres, elo bakalan dapat banyak banget keuntungan salah 1 nya tahap untuk pembuatan surat kesehatan ini. Kalau aja sampe telat sedikit, sudah bisa dipastikan bahwa proses berikutnya elo bakalan terlambat.

Oh iya, FYI gue sih waktu itu menghabiskan waktu dari jam 6 pagi - 9:20 pagi, sampai rumah jam 10 pagi. Dan jam 1 siang gue harus berangkat lagi ke bandara Juanda, karena ngejar pesawat jam 3 sore. Selama perjalanan gue bersyukur, andai aja gue berangkat kesiangan dikit aja pasti gue berkendara di Jakarta akan menggunakan SIM bodong yang udah habis masanya.

Nomor antrean untuk proses pembuatan SIM

Setelah dapet surat keterangan sehat, langsung capcus ke gedung pembuatan SIM. Tuhkan gue yang berangkat pagi aja dapet antrean nomor 28. Di atas tadi, gue ngejelasin juga masalah "wajibnya membawa ktp asli" di tahap ini poin tersebut berlaku. Apabila elo ga punya KTP asli, elo ga bakalan bisa dapet nomor antrean ini, dan mau ga mau akan disuruh balik sama Polisinya. Bisa aja sih dapet nomor antrean, tapi nanti tetep aja SIM yang udah jadi ga bisa diambil selain dengan mengurus pembuatan KTP asli.

Meja Administrasi

Setelah dapet nomer antrean lo bakalan dapet form yang harus diisi, setelah diisi langsung aja kasih di meja administrasi supaya bisa cepet lari ke tahap selanjutnya yaitu foto.

Ruangan foto
Setelah form lo tumpuk di meja administrasi, kemudian form lo akan masuk ke tahap untuk pengambilan foto, tunggu aja deket-deket situ nanti akan dipanggil.

Suasana dalam gedung pembuatan SIM
Sembari nunggu SIM gue berhasil dicetak, di atas adalah suasana paling terakhir di dalam gedung. Bayangin aja ada berapa orang itu. Belum lagi yang masih ada di luar gedung.

Meja pengambilan SIM yang sudah berhasil dicetak
Proses terlamanya ada di sini, sekiranya sih gue nunggu ada kali bangsa 30 menit - 45 menit. Tipsnya sama, jangan jauh-jauh dari area proses yang sedang lo lakukan. Jangan sampe ketika nama lo dipanggil lo nya gaada di situ, sudah dipastikan nama lo akan diloncati.

Ini hasil SIM yang udah dicetak
Entahlah, di semua cetakan kartu apapun itu, foto gue gapernah ada yang bener. Tapi biarin lah, gue juga ga peduli-peduli amat yang penting kartu yang gue bikin ada kegunaannya. Sudah begini saja postingan gue kali ini semoga bermanfaat, apabila ada yang mau nanya-nanya bisa banget di kolom komentar. 

Pengalaman Medical Check Up Rutin Tahunan di Prodia

Sekitar tahun 2018 yang lalu tepatnya bulan Agustus, sudah menjadi kewajiban tahunan Perusahaan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para Karyawannya di tempat gue kerja pastinya. Medical check up nya mencakup semua hal mulai dari tekanan darah, urine rutin, thorax dan lain-lain. Singkat cerita pada saat itu gue masih belum "aware" atas kesehatan badan gue, dan gue memang tipikal anak yang ga gampang jatuh sakit. Dari riwayat sakit yang normal yang telah gue rasain itulah gue berani mengambil kesimpulan bahwa gue "sehat-sehat aja". Dan, ketika hasil medical check up dibagikan ke para karyawan dapat ditarik kesimpulan bahwa memang gue sehat tapi dengan catatan. 

Sehat dengan catatan? Gue penasaran dong kenapa bisa begitu.

Setelah gue cari-cari dari hasil pemeriksaan, gue menemukan istilah istilah yang gue sebelumnya engga tau menjadi tau dan sedikit panik. Kenapa gitu?

Rinciannya yang ga memuaskannya gini :

Albumin : 25(+1) - Acuan : Negatif
Nitrit : Positif - Acuan : Negatif
Leukosit Esterase : 25 - Acuan : Negatif
Keton : 5(+1) - Acuan : Negatif

Rincian memuaskannya gini :

eLFG (CKD-EPI) : 117 
Tekanan darah Sistolik : 100 mm Hg
Tekanan darah Diastolik : 65 mm Hg

Dari rincian hasil yang ga memuaskan di atas, gue coba googling satu-satu dah itu istilah. Dan isi di artikel bikin parno semua. Masa isinya tentang masalah gangguan ginjal semua. Yaudah deh dari situ, karena ketakutan dan tanpa pikir panjang, gue langsung malemnya puasa dari jam 7 malem besok paginya langsung ke Prodia yang ada di daerah Karawang. Dari tempat tinggal gue ke Prodia Karawang itu memakan waktu ya mungkin 1 jam, bisa lebih cepet sih sebenernya cuman waktu itu gue engga tau lokasinya di mana.

Gue berangkat jam 6 kurang 15 menit pagi dan sampai lokasi sekitar jam 7-an pagi.

Dapet antrian ke-11
Oh iya, buat elo semua yang mungkin masih belum tau, Prodia ini udah buka dari jam 6 pagi. Makannya gue sendiri udah ga kaget juga kalau dapet nomor antrian ke-11. 

Sebenernya ini rame sih, cuman ini orang-orang masih duduk nunggu dipanggil sesuai nomer antrian
Oh iya, gue di medical check up ini ga ambil semua, gue cuma ambil yang gue rasa gue harus cari tau hasil pastinya mengenai permasalahan ginjal. Jadinya gue ambil 2 tes: Cystatin C dan Urine rutin. 

Buat elo yang belum tau, dari hasil urine doang memang kita bisa mengetahui kita sedang mengalami sakit apa, terutama penyakit dalam seperti ginjal, diabetes, infeksi saluran kemih dll. Tapi kalau mau lebih detail tentang masalah ginjal seperti gue bisa cek di tes Cystatin C. Di situ nanti bisa kelihatan hasil eLFG dan Cystatin C nya. 

"Pemeriksaan Cystatin C menggunakan sampel darah, digunakan untuk mengetahui prakiraan/estimasi laju filtrasi Glomerulus (eLFG), yakni berapa banyak darah yang dapat disaring oleh glomerulus (unit penyaring ginjal) dalam satu menit. Nilai eLFG ini mencerminkan fungsi ginjal. Ketika kadar Cystatin C naik, berarti eLFG turun dan fungsi penyaringan pada glomerulus menurun, begitu pula dengan funsi ginjal."

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pantau Kinerja Ginjal Anda denganPemeriksaan Laboratorium". 
https://biz.kompas.com/read/2017/03/01/080500028/pantau.kinerja.ginjal.anda.dengan.pemeriksaan.laboratorium
Dari 2 tes itu doang udah habis hampir 500 ribu. Hehehe. Dari sini gue baru paham arti "sehat itu mahal harganya".

Tuh kan.
Usahain dateng pagi kalau mau urine rutin supaya hasilnya lebih akurat. gue ambil sampel urine ini mungkin sekitar setengah 8 pagi. Warna sih putih ya.

Pengambilan darah, pas diambil darah ga sempet gue foto karena tegang haha
Setelah dua rangkaian itu sudah deh gue langsung pulang. Gue keluar dari lab sekitar jam 8 pagi kurang lah, dan bisa langsung sarapan. Sesampainya di rumah gue ga tenang, hasilnya bakalan kayak gimana ya nanti. Mau curhat ke siapa juga bingung, mau ke dokter spesialis gue males ke rumah sakit, dan kemudian akhirnya gue menemukan Alodokter. Gue coba konsultasi dengan Dokter spesialis penyakit dalam di sana. Cukup bayar 15.000 pakai Gopay atau whatever, terserah kalian di situ banyak pilihannya. Singkat cerita gue konsultasi deh dengan Dokter bernama : dr Agung Prabowo. Rinciannya bisa di lihat di screen shoot di bawah.

Di pilihan dokter gue milih dr. Agung Prabowo (yang paling atas)

Usahakan kalau tanya langsung to-the-point aja, Dokternya baik kok

Dari hasil pemeriksaan, dr Agung langsung notice bahwa gue ini baik-baik aja kok

Tuh deh, buat yang khawatir kenapa ada albumin dalam urine

Dari sini gue ngerasa tenang banget udahan
Yap, dari chat-chat di atas dapat di simpulkan kalau gue mungkin lagi kena "infeksi saluran kemih" dan gue bahkan ga tau kenapa bisa kena penyakit itu waktu 2018 lalu. Soalnya gue ga merasakan gejala apa-apa sama sekali. Dokter Agung bilang kalau penyakit ini biasa kok dan bisa sembuh sendiri, ga perlu minum anti-biotik kalau memang ga ada gejala.

Yaudah gue memutuskan untuk menunggu hasil uji lab yang akan di keluarkan nanti hari senin.

Hari pengambilan hasil MCU telah tiba, gue sangat optimis gue ga kenapa-kenapa bahkan untuk penyakit kecil-pun. Akhirnya gue ambil deh itu hasil. Untuk pengambilan hasil, gue ambil di hari senin pas istirahat jam kerja.

Dan hasilnya

Rinciannya yang tahun lalu gue rasa ga memuaskan, kali ini jadi begini :

Albumin : Negatif - Acuan : Negatif
Nitrit : Negatif - Acuan : Negatif
Leukosit Esterase : Negatif - Acuan : Negatif
Keton : Negatif - Acuan : Negatif

Cystatin C : 0.88 - Acuan : 0.56~0.98

Jadi tenang deh gue...

Saran dari gue sendiri sih, sebagai teman ada baiknya elo MCU itu paling engga 1 tahun sekali, dan kali ini gue berniat untuk per 6 bulan sekali bakalan medical check up. Terserah di lab mana aja bisa Prodia, Kimia Farma, di rumah sakit dll terserah. Yang penting elo bisa tau kondisi terkini dari badan lo bahkan pada gangguan yang engga lo rasakan.

Oh iya satu lagi, minum. Ini sumpah sih penting banget, jangan biasain minum yang berwarna, bersoda atau minuman yang macem-macem. Racun itu men, serius deh. Kesehatan bagi gue itu adalah investasi jangka panjang, melihat makin kesini banyak banget orang yang kena kanker, gagal ginjal, jantung, diabetes  dll sangat riskan untuk tidak menjaga badan kita sendiri.

Makan sayur, jangan ngeroko, minum alkohol dan hal itu semua mungkin kita semua tau bahayanya, tapi masalahnya seberapa "aware" kita terhadap ancaman tersebut.

Buat yang masih ingin melakukan banyak hal, ya ayuk mulai sekarang kita kontrol asupan-asupan dan kegiatan kita sehari-hari.

Perjalanan 2.5 Tahun Setelah Bekerja di Kontraktor

Dulu pas SMA gue pengin banget jadi penulis, makannya sering banget ikut lomba tulis-menulis, yang paling awal banget itu gue pernah ikut lomba yang diadakan Fabercastel dan jurinya adalah Raditya Dika. Beranjak dewasa keinginan gue sering berubah-ubah dan kemudian menjatuhkan pilihan untuk menekuni bidang yang awalnya gue anggap itu super awam. Kalau mungkin ada salah satu dari elo yang baru baca, sebagian cerita kehidupan gue sudah tertuang di postingan-postingan lain seperti (read: Mau masuk Jurusan Teknik Sipil tapi Basic kamu jauh berbeda?). 

Akhir-akhir ini gue makin sering baca buku khususnya setiap pagi pas baru masuk kantor, sebelum Taisho (senam pagi dan bagi yang kerja di Kontraktor pasti sudah tau) gue selalu nyempetin waktu buat baca buku entah itu 5, 10, atau 20 lembar. Dari beberapa buku yang gue baca, ada satu buku judulnya Sapiens; Riwayat Singkat Umat Manusia. Mungkin beberapa dari elo udah pada baca buku ini, karena memang buku ini cukup "happening" di Negara +62. Buku itu bukan cuma bahas tentang revolusi manusia secara fisik dan pikiran, tapi di dalamnya juga sesekali ngebahas tentang keresahan si Penulis tentang makna kehidupan saat ini, dan kebetulan keresahan itu juga gue rasakan.

Buku Sapiens; Riwayat Singkat Umat Manusia
Salah satu keresahan yang ditulis di buku itu adalah hidup yang makin ga jelas, apa yang mau dituju dan dicapai. Dulu untuk mengirimkan pesan ke suatu daerah yang jauh dari tempat saat ini, dibutuhkan kecerdasan pikiran untuk menyampaikan pesan yang ingin disampaikan dalam lembaran kertas. Supaya tidak ada pesan yang terlewatkan, penulis selalu berhati-hati dalam bertutur dalam setiap kata dan kalimat, lalu membacanya berulang kali sebelum surat tersebut masuk ke dalam kotak pos. Kemudian surat yang dengan kehati-hatian saat ditulis tersebut akan diterima beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan kemudian.

Berbeda jauh dengan saat ini, bahkan untuk hal-hal yang sangat tidak penting pun, banyak diantara kita tidak pernah berfikir panjang untuk mengetik dan mengirimnya kepada orang lain dalam hitungan detik, dan pesan tidak penting itupun sudah diterima oleh orang yang dituju.

Meskipun saat itu butuh waktu berminggu-minggu untuk saling bertukar kabar, namun ketika surat tersebut tiba, hampir dapat dipastikan bahwa pesan itu pasti dibaca dan kemudian dibalas oleh penerima. Berbeda juga dengan saat ini, meskipun bisa saling bertukar kabar dalam hitungan detik, sudah ada berapa banyak pesan singkat, chat whatsapp, line, hangout, imessages tanpa poin dan urgensi yang tidak sempat terbaca? atau bahkan sengaja untuk tidak dibaca?.

Setelah 2.5 tahun gue kerja, banyak hal yang gue dapet dan bukan hanya sekadar materi. Ketemu dengan orang-orang dengan berbagai macam agama, suku, latar belakang, isi kepala dsb. Ga jarang juga beradu argumen bahkan dengan senior sendiri.

Apakah gue bahagia?

Entahlah, namun sampai saat ini gue masih belum ngerasa ada sesuatu yang berarti.

Apakah hidup hanya untuk beradu argumen antara sesama pegawai? atau antara anak buah dengan senior? atau untuk materi?

Hijrah dan Anak Muda

Di suatu malam terbersit dalam hati kecil dan berkata dalam diri sendiri "mau nulis apaan lagi ya di Blog ini", kan kita tahu sendiri makin kesini orang tuh makin ga doyan baca blog dan lebih suka nonton di platform lain seperti youtube misalnya.

Bayangin aja sesimpel apapun pekerjaannya dan bahkan sebenernya bisa banget tanya ke temen sebangku atau tetangga sebelah, tapi malah nyari di internet. Oke make-sense banget, ketika kita itu tipenya introvert banget dan males nanya ke orang kita bisa lari ke internet dan nyari sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan kita. Tapi at the past time "Millenials" are mostly kalau nyari apa-apa itu di google dulu, tapi sekarang udah masuk generasi Z dan kalau nyari apa-apa itu di youtube dulu, dan baru kalau gaada mereka lari ke google. Nasib.


"Tapi kan jauh lebih enak di youtube karena memang ada persoalan-persoalan yang bakalan ngebosenin kalau harus dibaca dari awal hingga akhir dan bisa bikin kita ketiduran sambil duduk"

"Stop It Son, Stop It!!"

via: indoprogress.com
Oke, kita lanjut bahas yang simpel simpel aja ya. 

Jadi gini, menurut aku sih ini tahun ke-4 "buat sebagian orang" yang beragama islam dan merasakan "euforia hijrah" dan bahkan menurut aku sih tahun 2018/2019 itu puncaknya momentum hijrah ala pemuda dan pemudi di Indonesia ini. Bayangin aja, konser musik Indonesia udah ga terlalu bikin macet jalan. Banyak akun-akun official band musik Indonesia impression-nya udah mulai turun dan terus menurun. 

Yap sekarang ini yang lebih sering "bikin" jalan padet bukan lagi tentang hal-hal yang udah aku sebutin di atas, sekarang yang bisa menarik impresi dari khalayak umum adalah majelis-majelis ilmu. Bukan cuma di masjid-masjid besar, tapi masjid kecil juga tetap bisa jadi "tempat" untuk menampung orang banyak agar bisa berbagi kebaikan di dalamnya.

"Eh elo udah hijrah ya?"

"Belum, tapi berusaha untuk berubah dari kebiasaan buruk masalalu"

Saling mendo'akan supaya istiqomah lah ya, kita kan juga pengin hidup jadi punya arti dan berkah. Banyak hal yang coba aku rubah dalam hidup. Salah satu contohnya adalah, nyoba ga dengerin musik. Padahal dulu tuh kemana-mana suka denger musik. Jaman sekolah sering banget nonton band-band dengan aliran rock kayak SID 2x, Kotak, J-Rock, Last Child, Killing Me Inside sampe 4x (Khusus yang ini mulai dari Onad masih ada sampe udah diganti Vira). Bukan musik-musik rock aja, tapi yang kalem-kalem juga pernah kayak Shaggy Dog, Noah, Geisha, Isyana Sarasvati, Five Minutes, Cita Citata, Setia band, bahkan ampe Bang haji juga pernah aku tonton langsung. 😂😂

Godaan terbesar saat mencoba menjauhi musik itu pas ada Paramore tahun 2018 lalu. Yap. Februari 2018. Secara udah nge-fans gila-gilaan sama itu band dari jaman sekolah sampe pas udah kerja. Sempet ngelewatin 2 konsernya pas tahun 2011 di Jakarta dan Bali (Jaman itu masih kelas 10) dan balik lagi ke Jakarta tahun 2018 kemarin.

Sangat sempat tergoda dan akhirnya aku beli tiketnya, setelah beli tiketnya antara seneng dan sedih campur jadi satu. Godaan musik saat itu sempet aku terima kayak :

"Ya okelah sekali aja nyoba kan gaada salahnya apalagi ini band dari jaman SMP yang pengin ditonton langsung masak iya dilewatin gitu aja"

Dan tiba-tiba besoknya panik sendiri, dalem ati selalu nanya gimana, gimana dan gimana. Gimana yang paling besar dalam benak bukan masalah musik, tapi masalah Sholat. Ya gimana dong, ga punya temen dengan selera yang sama, bakalan dateng sendirian ke BSD dan takut ninggalin sholat-sholat yang dipake buat antre penukaran tiket, jaga posisi biar ga nonton paling belakang dsb.

Dan akhirnya tiket Paramore 2018 Februari di BSD aku jual di Bukalapak 😅

Tiket konser Paramore (ID pemesanan sengaja ga dihapus karena konsernya udah kelar)
"Emangnya ada yang beli?"

"Jujur nih, sering banget jualan di Bukalapak tapi yang lakunya paling cepet ya ngejual tiket konser Paramore ini. Hari ini posting, besok malemnya laku."

Setelah aku jual, ternyata Paramore-nya batal konser bulan Februari. 😂 Tapi aman kok, konser di re-schedule bulan September 2018 kalau ga salah. Thank u my customer. Shoutout to mbak Muthia Ratih!


Hijrah dari masalalu yang kelam

Diboongin mantan, diputusin, disakitin temen, diomongin dari belakang, ditikung, ditolak gebetan dsb itu menurut aku sih tipikal masalah anak muda masa dulu sampai sekarang kali ya. Karena pengalaman banget pernah ngerasain itu semua.

Mencoba mulai merubah hal-hal dulu yang dianggap remeh kayak sholat berjamaah di masjid, baca do'a kalau mau ngapa-ngapain dan yang paling jelas adalah dateng ke majelis ilmu.

"Jadi udah sering ke Majelis Ilmu?"

"Engga sering, tapi berusaha untuk dateng ke majelis ilmu terdekat"

Alhamdulillah banget sih kalau di daerah Jakarta itu gampang banget kalau mau ke kajian, mulai dari majelis ilmu ustadz yang lagi hype atau ustadz yang kita sendiri ga tau siapa dia. Heheh, bercanda yang pentingkan kita masuk dan duduk di taman syurga.

Semoga buat temen-temen yang tinggal di luar Jakarta juga berusaha untuk dateng ke Majelis ilmu even kita ga tau lagi duduk di majelis siapa. Dengar baik-baik dan ambil ilmunya. Kalau aku sih tetep ya lebih condong ke pendapat ambil baiknya buang buruknya.

Di bawah aku lampirin lah foto-foto di sebuah kajian atau tabligh akbar yang sempet aku datengin dan nuansanya juga bakalan aku review.

1. Ustadz Abdul Somad

Siapa banget deh yang ga kenal sama Ustadz Somad, ya bukan survey lagi ya tapi udah jadi bukti di dunia maya beliau adalah Ulama yang paling hype saat ini. Bukan masalah lucu-lucunya tapi ilmu dan analisanya yang dalam. 

Tapi di sini aku ga ambil foto sama sekali. Apaboleh dikata, dapet tempat aja udah alhamdulillah apalagi bisa foto-foto. Banyak banget orang coy, mulai dari anak kecil banget sampe yang udah senior banget. Bukan hanya itu, ormas juga pada dateng kek FPI dll.

Kalau menurutku sih tabligh akbar di luar gini kurang dapet rasanya. Jangankan inti dari apa yang disampaikan Ustadz, orang kadang-kadang lebih kenceng suaranya emak-emak daripada suara dari mic-nya. Sungguh sangat disayangkan. 

Emang udah paling bener itu sistemnya kajian di dalem mesjid sih, tapi kalau Ustadz Somad Masjid segede apapun juga susah nampungnya even Istiqlal. Dan menurutku sih ini bisa jadi ruang untuk memecahkan masalah ini agar dakwah itu bener-bener sampe dan bisa dibawa pulang.

via : www.sinarpagi.com
Lokasi Tabligh akbarnya ini deket banget sama tempat kos aku di Cikampek. Saking deketnya sebenernya gaperlu dateng jauh sebelum acara. Mepet banget pun bisa, tapi area pasti bakalan jauh lebih sesak. Mungkin menurutku sih ini ada kali lebih dari 20.000 orang, soalnya jalanan tuh ditutup, dan gaada ruang gerak. 

2. Ustadz Adi Hidayat

Nah, kalau ini aku udah niat banget keluar kota (ke Bandung) Masjid Salman ITB. Berangkat setelah pulang gawe hari Sabtu, dan langsung malemnya dateng ke kajiannya Ustadz Adi.

Masjidnya nyaman banget. Adem dan bersih. Masjid Salman ITB ini mirip banget sama masjid di Kampusku Universitas Negeri Malang. Meskipun ga tipikal, tapi secara konsep desain ini sama banget. Katanya sih, emang masjid seperti ini cuma ada 2 di Indonesia: Masjid Salman ITB dan Masjid Al-Hikmah UM Malang.





Ngomong-ngomong ini foto-foto sebelum kajian dimulai ya, jadi gaada niat untuk riya' atau sebagainya. Ingin berbagi perasaan sama temen-temen yang mungkin belum pernah dateng ke kajiannya Ustadz Adi dll. 

Dan beneran sih, ini kajiannya enak banget, tempat oke, pemateri sangat oke. Inget banget juga kata-kata dari Ustadz Adi di Majelis ini : "Jangan mencari amunisi dalam majelis saya untuk mendebat orang lain". Terlebih waktu itu temanya adalah "Ambil baiknya buang buruknya" yang karena statement tersebut Ustadz Adi bahkan sampai sekarang sering diserang oleh Ustadz lain dan bahkan dari jamaah lain.

3. Ustadz Hanan Attaki

Nah kalau kajian Ustadz Hanan yang ini tempatnya sama seperti Ustadz Abdul Somad juga tapi yang ini di area masjidnya (ga sampe nutup jalan meskipun jalan sekitar kena macet juga akhirnya).

Menurut aku sih kajiannya juga enak banget, meskipun masjidnya yang notabene "kecil" dan akibatnya desak-desakan tapi apa yang disampaikan Ustadz Hanan menurutku sampe juga "minimal ke aku". 

Dateng kesini sehabis pulang kerja jam 4, langsung deh kesini. Sholat Maghrib dan Isya diimamin Ustadz Hanan. Mantap. Suaranya sangat-sangat bikin nyaman pendengaran. Serius.



Ya, meskipun duduk di pelataran masjid bahkan di perbatasan antara lantai masjid dengan area luar pelataran. Entahlah, meskipun suasananya sumpek, panas dll tapi ini adem banget. Materinya tentang tauhid, dan diksinya yang emang anak muda banget.

Yang beda dari kajian ini ada 2 menurut aku : yang pertama adalah pertama kali dateng ke kajian dapet makanan dan minuman dari orang sekitar yang sengaja nyumbang, dan yang kedua adalah ada orang jual minuman sampe kedalem masjid. 😑

Ini kue dari warga sekitar yang sengaja dibagiin sebelum acara

Dan ini adalah momen ketika ada mamang-mamang jualan es ke dalem masjid
Ini adalah masjid yang sama yang beberapa bulan sebelumnya sudah didatengin Ustadz Somad seperti yang udah aku jelasin di atas. Bedanya Ustadz Somad Tabligh Akbarnya ada di luar, sedangkan Ustadz Hanan Attaki ada di dalem Masjid. 

Ya, emang Masjidnya engga gede ya. Cuman ya Alhamdulillah DKM Masjid ini peduli dengan dakwah. Bisa kita lihat sendiri kan betapa banyak masjid gede-gede di kota tapi gaada aktivitas kajian dan dakwah di dalemnya. 


Mungkin udah segitu aja dari aku, semoga barangkali ada DKM yang baca tulisan Blog ini bakalan memperjuangkan masjid sebagaimana mestinya. Menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas dakwah untuk pemersatu ummat. 

3 Kajian di atas bisa diakses di youtube tinggal ketik aja "Somad Sukaseuri", "Adi Hidayat Salman ambil baiknya buang buruknya" dan "Hanan Attaki Cikampek".

Oh iya, semoga hati kita selalu ditetapkan di atas agama Allah. Semoga hati kita selalu dilapangkan, ilmu kita didalamkan, dan hajat-hajat kita dikabulkan. Aamiin.

Makanan Terenak di Malang, yang Engga Semua Pelancong Pernah Nyobain! (Versi Pribadi)

Setelah 2 tahun memutuskan untuk keluar dari regional sendiri, kemudian tinggal di Jakarta dan Cikampek akhirnya aku baru bisa nulis tentang makanan apa aja yang aku suka di Malang. Pendapat yang aku tulis di bawah nantinya adalah murni dari apa aja yang pernah aku coba di sana selama bertahun-tahun.

Emang bener sih banyak orang yang bilang "there's no place like home" dan kalimat tersebut bukan hanya masalah tempat tinggal aja, tapi juga masalah tentang lingkungan, teman, dan juga makanan. Penomoran di bawah nanti itu bukan berdasarkan yang paling enak sampai dengan yang enak aja. Bukan, tapi itu cuma masalah nomor aja bukan masalah rasanya. Dan buat temen-temen yang tinggal di Jawa Barat atau Jakarta bisa banget sih nyobain makan yang aku tulis di bawah. 

1. Bakso Bakar Pahlawan Trip

Beda dari kebanyakan orang yang kalau makan bakso di Malang itu pandangannya cuman ada di 2 tempat : bakso kota cak man, kalau ga gitu ya bakso presiden. Menurut aku pribadi sih 2 tempat itu okelah makanannya enak-enak, tapi untuk yang bakso bakar pahlawan trip ini beda 2 tempat tersebut. Menurut aku ini tempat makan bakso yang the best di Malang!

Makanan Terenak di Malang
via: www.ngalam.co
Inget ya, di atas itu murni pendapat aku pribadi. Masing-masing individu sih punya lidah dan indera perasa masing-masing, bisa jadi ini bukan favorit untuk beberapa orang dan begitu juga kebalikannya.

Inget banget pas jaman kuliah dulu suka banget makan di sini maupun bulan ramadhan atau di luar bulan tersebut. Karena emang ini tempat kadang bisa rame kadang bisa sepi juga. Tapi tenang aja, tempat makan di sini sangat luas kok, jadi gausah takut keabisan tempat duduk.

Yang bikin enak bakso di tempat ini daripada di tempat lain itu adalah : kuahnya! yap. Sumpah sih ini aku juga lagi di Cikampek nulis ini sambil netes-netes, hehe 😋. 

Makanan Terenak di Malang
via: www.paninalone.wordpress.com
Yang bedain juga bakso Bakar ini dengan bakso bakar yang ada di bakso presiden adalah ukurannya. Kalau di sini sih menurutku yaa, ukurannya lebih gede daripada di bakso presiden. Buat yang pengin ngerasain gurihnya kuah di sini bisa langsung kesini. Kalau mau nyobain dipedesin juga bisa banget kok! dan rasanya juga tetep enak.

Makanan Terenak di Malang
via: www.map.google.com
Untuk aksesnya sendiri sih sangat ga ribet kok karena lokasinya itu ada di pusat kota. Untuk detail alamatnya itu ada di Jl. Pahlawan Trip, Oro-oro Dowo, Klojen, Kota Malang. Untuk temen temen yang lagi nyambangin kerabatnya ke acara wisuda di UB/UM nah itu ga jauh banget itu dari situ.

2. Nasi Goreng Rempah Mafia

Nah, mungkin di regional lain juga ada sih nasi goreng mafia ini. Tapi buat yang dateng ke Malang, lagi maen-maen ke tempat temennya bisa banget mampir sejenak di Nasi Goreng Mafia ini. Entahlah, sejauh ini menurut aku sih ini tempat makan nasi goreng terenak, karena udah coba juga beberapa kali makan nasi goreng di Jakarta, Karawang, dan Cikampek belum juga nemuin nasi goreng yang bisa seengganya nyaingin tempat ini.

Makanan Terenak di Malang
via: www.map.google.com
Saran pribadi sih ya, kalau makan di sini tuh paling enak sehabis maghrib/ isya. Ya meskipun lagi rame-ramenya tapi tetep ya kalau makan nasi goreng itu dimana-mana paling enak ya malem hari apalagi yang pedes-pedes. 

Makanan Terenak di Malang
via: www.hariesdesign.com
Untuk variasi nasi gorengnya ada banyak, kalau aku sih sukanya yang brandal toppingnya telor + pete. Duh, pokoknya ini nasi goreng terenak versi aku. Oh iya, di sini juga nasi gorengnya dikasih level-level gitu, jadi buat yang ga suka pedes bisa nyobain level 1 aja atau level 0. Buat yang suka pedes bisa nyobain dari level 2-5. Pernah banget dulu sosoan nyobain ini level 5, gaabis karena saking pedesnya dan ga bisa dimakan 😭😭😭.

Makanan Terenak di Malang
via: www.map.google.com
Untuk lokasinya sendiri sih bukan di pusat kota seperti bakso bakar di atas ya, tapi lokasinya juga ga jauh dari pusat kota kok. Malahan deket banget dari jalan ter-hype di Malang. Alamat detailnya: Jalan Soekarno Hatta, Jl. Borobudur No.Kav 3, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang.

3. Nasi Uduk Cak Bejo

Nah, kalau untuk yang ini mungkin buat orang Jakarta atau jawa barat udah terlalu mainstream yah. Tapi bagi kami orang-orang jawa timur, tengah dan daerah lain mungkin ada banget yang belum pernah atau jarang nyobain nasi uduk. Untuk yang lagi di Malang, atau berencana akan ke Malang bisa dateng ke nasi uduk cak bejo ini. 

Makanan Terenak di Malang
via: www.map.google.com
Di Malang, setahu aku sih ada beberapa cabang dan yang biasanya aku belokin buat mampir makan itu ada di jalan pisang kipas, karena deket banget sama kosan pas Mahasiswa. 

Makanan Terenak di Malang
via: www.trackpacking.com
Banyak juga review dari orang lain yang bilang kalau tempat ini kotor, jijik dan lain sebagainya. Mungkin itu di cabang yang lain sih, tapi kalau yang di tempat biasanya aku makan itu ga jorok kok, ya malah menurutku udah standart warung makan aja sih.

Makanan Terenak di Malang
via: www.map.google.com
4. Lalapan Buk Tien

Mahasiswa di Malang mana yang kalau ngekost engga pernah makan yang namanya lalapan. Mana orangnya, bawa sini! laen kali ayo kita kesini bareng-bareng 😋. Serius sih ini warung lalapan tercocok di lidah aku, banyak yang engga tahu juga sih tempat ini karena bukan deket kampus dan bukan juga jalan utama. Karena biasanya yang jadi favorit para Mahasiswa itu ya kalau ga warung lalapan deket kampus, ya warung di pinggir jalan gede.

Tapi untuk warung lalapan buk tien ini, menurut aku juga masuk daftar yang layak untuk temen-temen coba. Untuk kamu yang saat ini kuliah di Polinema dan sekitarnya, kalau belum nyobain ini aduh kasihannya kamu, Dik.

Makanan Terenak di Malang
via: www.map.google.com
Oh ya, ini usaha rumahan banget sih dan memang untuk jadwal bukanya sendiri kadang juga ga konsisten. Kadang buka, kadang engga buka, tapi sekalinya buka pasti ludes. Yang layak dicoba di sini adalah jamur gorengnya dan ikan nilanya sih. 

Makanan Terenak di Malang
via: www.es.foursquare.com
Buat yang nanya di mana, ini lokasinya juga sejajar dengan warung nasi uduk cak bejo hanya selisih mungkin 10 rumah. 

Makanan Terenak di Malang
via: www.map.google.com
Kalau di sini ada temen-temen Mahasiswa Malang, boleh ditambahin juga daftar tempat makan enak di Malang yang jarang orang tau. Sebenernya masih banyak banget yang mau aku tulis di sini, tapi karena biar yang baca juga bisa efektif dan efisien aku kasih 4 daftar aja dulu dan mungkin nanti bakalan ada kelanjutannya. 

Sudah Tahu Peraturan Apa Saja Kala Liburan di Pulau Komodo, Simak di Sini

Sumber: liputan6.com
Taman Nasional Pulau komodo memang sudah menjadi tempat wisata bagi masyarakat umum. Banyak wisatawan yang kagum dengan keindahan Pulau Komodo serta eksotisnya Komodo itu sendiri. Pemerintah juga giat memperbaharui fasilitas dan akses menuju Pulau ini yang disambut baik banyak kalangan terutama online travel agent yang menawarkan berbagai promo tiket pesawat murah misalnya dari https://www.traveloka.com/tiket-pesawat yang memiliki banyak pilihan maskapai untuk terbang menuju Pulau Komodo. 

Semua orang boleh liburan di sana, Namun ternyata banyak yang tidak tahu peraturan, baik yang tertulis maupun tak tertulis dari tempat wisata andalan di kawasan Sumbawa ini. Beberapa peraturan bahkan sudah diumumkan sejak sebelum menyeberang. Oh ya pesawat yang kamu tumpangi akan mendarat di Labuan Bajo, kemudian meneruskan perjalanan untuk menyebrang ke Pulau Komodo. Namun, bayak yang berbohong dan tak mematuhi peraturan karena berbagai macam alasan.

Apa saja peraturan liburan di Pulau Komodo yang kamu harus tahu? Dilansir dari Kompastravel.com, berikut adalah aturan tertulis dan tak tertulis di Pulau Komodo yang wajib ditaati.

Pengunjung Perempuan Yang Sedang Menstruasi, Dilarang Masuk!

Sunber: www.travel.detik.com

Sejak pertama kali dibuka untuk umum, aturan pertama yang tidak boleh dilanggar oleh para pengunjung adalah perempuan yang sedang menstruasi dilarang masuk. Bukan tanpa alasan, penyebabnya adalah karena indera penciuman komodo sangat kuat dan bisa membaui darah hingga jarak lima kilometer jauhnya.

Sayangnya, banyak pengunjung yang berbohong dengan mengatakan bahwa mereka sedang tidak menstruasi dan melanggar batas keamanan. Padahal ini bisa membahayakan nyawa mereka.

Ini Batas Kawasan Aman Bagi Pengunjung Yang Sedang Menstruasi

Jika pengunjung sedang mestruasi dan terlanjur sampai di Pulau Komodo, tetap diperbolehkan turun dari kapal. Namun batas amannya adalah di dapur khusus ranger Pulau Komodo, tidak boleh lebih.

Meski demikian, pengunjung tetap bisa melihat komodo dari jarak dekat. Karena ternyata mereka suka dengan bau makanan yang berasal dari dapur ini, sehingga banyak komodo yang mendekat ke sana. Tapi ingat, yang sedang menstruasi tetap nggak boleh jauh-jauh dari petugas ya.

Dilarang Buang Sampah Sembarangan
Sumber: waspada.co.id

Tidak hanya di Pulau Komodo, aturan ini juga berlaku di semua tempat wisata yang kamu kunjungi. Jaga alam dengan membuang sampah pada tempatnya yuk!

Tidak Mengambil Apapun Dari Dalam Pulau Komodo

Seperti peraturan ketika kamu liburan di gunung atau tempat wisata alam lainnya. Jangan mengambil apapun kecuali foto, jangan meninggalkan apapun kecuali jejak. Meskipun hanya ranting dedaunan sekalipun, jangan dibawa keluar dari Pulau ini.

Tidak Boleh Membunuh Sesuatu

Apapun yang ada di dalam Pulau Komodo tidak boleh dibunuh. Meski itu hanya semut sekalipun, atau tanaman. Biarkan mereka tetap hidup dengan tenang di habitat aslinya.

Tidak Boleh Membuat Gerakan Tiba-Tiba

Komodo adalah binatang yang memiliki penglihatan buruk, namun indera penciumannya sangat tajam dan mendeteksi gerakan lawan dengan mudah. Karena itu jangan membuat gerakan tiba-tiba yang bisa mengejutkannya.

Tidak Melambaikan Barang di Dekat Komodo

Gerakan ini bisa disalah duga sebagai pemberian makanan atau kehadiran lawan yang berbahaya. Hindari gerakan melambai di dekat komodo demi keselamatan kamu di sana.

Tidak Bersuara Kencang di Dekat Komodo

Sumber: www.youtube.com
Penglihatannya boleh jelek, tapi tidak dengan telinganya. Komodo yang terbiasa hidup dengan lingkungan yang tenang, pasti akan terkejut kalau kamu bersuara kencang di dekatnya dan bisa berbahaya.

Bicara dengan nada tenang, kalem dan santai. Tidak perlu panik ketika komodo mendekatimu selama semua peraturan sudah kamu patuhi dan selalu berada di dekat ranger.

Sudah tahu peraturannya? Sekarang saatnya berburu promo tiket pesawat murah ke Pulau Komodo. Karena tempat wisata ini sekarang ramai dikunjungi wisatawan yang ingin melihat langsung hewan prasejarah ini, banyak maskapai yang menyediakan rute menuju Pulau Komodo. Jadi promo harga tiket pesawat pun bertebaran sepanjang tahun. Menarik banget buat disimak mana yang lebih terjangkau buat liburan kamu nanti.



Top