Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus

Sebelum cerita ini saya tulis, saya ucapkan minal aidin wal faidzin sama teman-teman semua, mohon maaf lahir dan bathin. Maafkan saya yang hina dan rapuh ini karena akhir-akhir ini ga nge-update blog karena memang lagi sibuk ngurusin pindahan kantor, ngurusin keperluan mudik, dan ngurusin orang yang udah ga ngurus sama saya lagi 😢.

Kalau bicara soal lebaran, pasti tidak akan terlepas dari istilah mudik. Kegiatan mudik sudah menjadi identitas dan budaya di Indonesia karena memang setiap tahun, baik yang muslim maupun non-muslim akan merasakan libur lebaran, dan mayoritas warga negara ini, akan memanfaatkannya untuk berlibur ke rumah sanak saudara yang mungkin dalam satu tahun lamanya sudah tidak bertemu.
Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
via: www.kapanlagi.com
Bagi saya sendiri, mudik kali ini sangat berbeda dari mudik-mudik saya pada tahun sebelumnya karena, pada tahun-tahun sebelumnya status saya masih Mahasiswa, namun pada tahun ini saya sudah bekerja. Jadi dulu setiap hari lebaran tiba saya sudah ada di rumah dan pergi bersama-sama keluarga mengunjungi rumah nenek-kakek yang ada di luar kota. Namun untuk tahun ini saya harus pulang ke rumah dulu untuk bertemu dengan keluarga saya baru setelah itu saya dan keluarga mengunjungi rumah kakek-nenek saya.

Setiap kali saya cuti dan pulang ke rumah, saya biasa menggunakan pesawat atau kereta api sebagai pengantar saya untuk sampai di rumah. Namun untuk momen lebaran kali ini selain karena harga tiket pesawat yang melonjak 3x lipat dari harga biasanya dan tiket kereta api yang sangat sulit untuk didapatkan, saya ingin mendapatkan pengalaman yang berbeda tetapi realistis untuk dilaksanakan. Jadi saya memutuskan untuk menggunakan bus sebagai tunggangan saya untuk mudik di lebaran tahun 2017 ini.

Sekitar umur 20-an tahun menurut saya sendiri adalah saat-saat yang paling pas bagi setiap orang untuk mendapatkan segala sesuatu yang berbeda dari  kebiasaan-kebiasaan yang kerap kali dilakukan. Yang biasa naik motor ke tempat kerja bisa sesekali naik KRL, yang biasa makan siang di restoran bisa cobain makan di pinggir jalan, yang biasa nyakitin, please jangan terus-terusan. Please...

Meskipun banyak dari rekan kerja saya asli produk jawa timur yang notabene satu arah dengan perjalanan mudik saya, namun tetap saja saya akan melakukan perjalanan dari Jakarta ini seorang diri. Huh.

Seperti biasa, sebelum saya melakukan perjalanan. Saya selalu menyempatkan waktu untuk mengecek seberapa jauh jarak yang akan saya tempuh dan berapa lama waktu yang akan dibutuhkan untuk perjalanan ini dari google map. Dari data yang saya dapatkan, jarak yang akan saya tempuh adalah 813 km dan untuk waktu perjalanannya adalah kurang lebih selama 14 jam. Ini agak lucu sih, karena biasanya kalau saya menggunakan kereta api itu memakan waktu 16 jam. Hehe. Tapi, here we go!
Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
via: www.map.google.com
Sebelum saya mudik, saya sudah membeli tiket bus jauh hari di agen PO Pahala Kencana. Sebetulnya ada cara lain yang disenangi para jomblo kuper yang engga mau ribet dan dapat digunakan untuk melakukan pemesanan tiket yakni dengan cara pesan tiket via website pahala kencana yakni: www.pahalakencana.co.id. Meskipun begitu, saya lebih memilih mendatangi agen langsung karena beberapa alasan :

1. Karena saya penasaran dan ingin jalan jalan ke terminal Pulogebang yang notabene adalah titik awal keberangkatan bus terdekat dari kantor saya yang kebetulan di sana juga terdapat agen dari Pahala kencana. Jadi, jalan jalan sekalian pesan tiket.
2. Karena saya belum pernah ke terminal Pulogebang. Daripada saya saat hari H keberangkatan nyasar di terminal yang punya 3 lantai ini dan berujung gagal mudik karena telat masuk bus, lebih baik saya cek lokasi terlebih dahulu demi mudik yang adem dan jauh dari ke-gopoh-gopohan yang menyebalkan.
Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Berburu tiket jauh hari di PO Pahala Kencana di dalam terminal Pulogebang

Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Hasil berburu tiket di terminal Pulogebang
FYI, Tiket bus yang saya naiki ini harganya Rp. 595.000. Namun saya juga kurang tahu apakah harga tersebut adalah harga pada saat mudik lebaran saja ataukah harga tersebut adalah harga yang juga berlaku pada saat hari biasa.

Saya melakukan perjalanan ini di tanggal 22 Juni 2017, H-3 lebaran. Saya memilih tanggal tersebut karena terpaksa dan karena sudah menjadi aturan Perusahaan. Kalau saja bos mengijinkan saya untuk mudik 2 minggu lebih awal pastilah saya sudah balik ke kampung lebih cepat dan pastilah saya tidak akan pernah kembali ke kantor karena saya udah dipecat.

Bus yang akan saya naiki dijadwalkan akan berangkat pada pukul 14:00 WIB. Jadi sudah bisa ditebak, sebelum saya mudik saya harus ngantor dulu sampai pukul 12:00 WIB. Meskipun jarak dari kantor ke terminal Pulogebang tidak jauh; kurang lebih 5 km, namun saat bekerja pikiran saya sudah kemana-mana. Bagaimana tidak, di hari H mudik lebaran saya harus kerja paruh waktu dan kemudian harus meluncur ke lokasi dengan rentang waktu 2 jam. Untuk yang tinggal di daerah 2 jam adalah waktu yang panjang, tetapi kalau sudah di Jakarta macet itu mirip kamu; suka mendadak ada dan suka ngilang tiba-tiba.

Setelah pekerjaan saya selesai, saya bersiap-siap dari kantor langsung menuju ke Terminal Pulogebang. Dari dalam kantor saya langsung order Grab bike dengan perasaan gopoh dan sedikit cemas tentang keadaan jalan raya di luar sana. Namun perasaan cemas saya sedikit reda ketika ban motor sudah masuk jalan raya karena jalanan Jakarta saat ini sudah dapat dikategorikan sebagai jalanan-yang-sangat-sepi. Saking sepinya, kalau mau bapak-bapak driver ini bisa saya suruh untuk standing motor ala Marc Marcuez sampai drop off area dalam Terminal. 

Sesampainya di Terminal saya jadi pengangguran dadakan karena tebakan yang hampir 100% meleset. Jadwal keberangkatan pukul 14:00 saya sudah sampai di Terminal jam 12:20. Hih. Mau tidak mau saya harus cari kegiatan. Sembari menunggu bus saya tiba, saya habiskan waktu yang ada untuk berkeliling di Terminal ini dan melihat-lihat pemandangan sekitar yang dipenuhi oleh manusia, bus, dan wartawan.
Entrance Terminal Pulogebang yang tampak sepi

Pemandangan dari sudut pojok pintu 7 Terminal

Selain dipenuhi oleh bus AKAP, Terminal ini juga dipadati oleh jurnalis
Tepat pukul 13:30 bus yang saya tunggu-tunggu tiba juga, saya pikir bus yang saya naiki ini akan berangkat sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan yakni pukul 14:00. Namun kenyataan kerap kali tidak sesuai dengan rencana. Ada saja yang menghambat jadwal keberangkatan, salah satu penyebabnya adalah seorang penumpang yang tidak kunjung naik ke dalam bus. Karena hanya tinggal satu orang saja yang belum masuk ke dalam bus, dengan terpaksa koordinator harus bekerja lebih keras lagi untuk menemukan 1 penumpang yang kemungkin juga kebingungan di dalam terminal 3 lantai ini. Jadi intinya bus tidak akan berangkat sebelum orang tersebut ditemukan.

Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 14:30 penumpang yang telah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Setelah penumpang tersebut duduk tenang di kursinya barulah bus berangkat menuju pemberhentian awal yakni Cirebon. Jarak dari Jakarta-Cirebon cukup jauh ditambah lagi saat itu semua penumpang dalam kondisi puasa dan saya hanya bermodalkan 1 botol teh saja ditambah 1 kaleng permen fox. Pada saat adzan maghrib berkumandang yang lain minum dan makan, sedangkan saya hanya minum 1 teh botol dan beberapa permen saja. Krai.
Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Pahala Kencana sesaat setelah keluar dari terminal

Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Jalanan Jakarta yang tampak lengang cenderung sepi
Entah kenapa ketika balik kampung kali ini saya jauh lebih enjoy naik bus daripada naik pesawat dan kereta api. Kursi yang nyaman, bus yang tenang, suhu AC yang pas, dan yang paling penting ini adalah pengalaman pertama saya naik bus antar kota antar provinsi. Jomblo solo lagi. 

Waktu sudah menunjukkan pukul 20:40 WIB, bus sudah menunjukkan gelagat-gelagat bahwa pemberhentian awal sudah dekat. Tidak lama kemudian, benar saja kami sudah sampai di Cirebon. Saya dan rombongan satu bus langsung turun dan berbuka puasa.
Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Bus yang saya naiki nampaknya masih gagah sejauh ini

Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Makan sendiri di pojokan. Mental individualis.
Makan pertama ini dan meals yang nantinya akan didapatkan sudah termasuk dalam paket dari harga tiket. Jadi ga usah ngasih duit lagi ke kasir. Cukup hanya dengan menunjukkan tiket bus yang terdapat barcode saja. Rumah makan yang berada di Cirebon ini menurut saya sudah cukup dan sangat memenuhi standar dan layak disebut sebagai rumah makan karena tempatnya yang luas dan bersih. Selain itu rumah makan ini juga menerapkan sistem ala restoran jepang yakni all you can eat yang pro rakyat dan sangat menjunjung tinggi kearifan lokal (baca: prasmanan). Tapi kalau masih laper jangan minta nambah ya. Malu-maluin.

Setelah makan malam, bus lanjut menggeber mesinnya kembali untuk menuju pemberhentian selanjutnya. Jalan tol yang agak padat kali ini mewarnai perjalanan saya. Usut punya usut, saya sama sekali belum punya pandangan tentang tempat yang akan saya singgahi bersama dengan rombongan selanjutnya. Saya kemudian terlelap jauh ke dalam mimpi. 

Saya tidur cukup lama namun tiba-tiba bus yang saya tumpangi sedikit goyang kanan-kiri, terbangunlah saya dari tidur saya. Tidak lama kemudian terdengar suara dari kondektur bus yang berteriak dengan nada tidak terlalu tinggi; Sahur Bapak dan Ibu-Ibu, Gringsing-Gringsing. Katanya. Saya makin bingung, dan saya tanya Bapak-bapak yang duduk di sebelah saya yang nampaknya dari titik pemberhentian pertama tadi tidak tidur. 

Sekarang sudah sampai mana ya Pak?
Gringsing, Mas.. Katanya.

Generasi millenials yang kuper dan minim wawasan geografi sudah dapat terlihat dari sini, kemudian saya turun dari bus dan melihat jam tangan saya; waktu sudah menunjukkan pukul 02:00 pagi. Memang sudah saatnya untuk sahur, gumam saya. 

Celingukan di depan, saya tidak melihat ada yang menjual nasi di terminal ini, dan memang tidak ada satupun orang di tempat ini yang makan nasi. Saya hanya melihat hanya beberapa kios saja yang buka dan mereka-pun hanya menjual snack dan mie seduh. Daripada perut saya kosong, saya mengisi perut saya dengan mie dan snack yang saya beli.
Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Kios sempat sepi karena pengunjung pada jaim karena cuma ada mie seduh

Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Nampak seperti balai desa yang beralih fungsi sebagai tempat makan

Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Mie godok Gringsing lauk french fries 2000
Perjalanan dilanjutkan kembali, pak supir dengan jalannya dan saya juga melanjutkan perjalanan pribadi saya di alam mimpi pribadi. Kita jalan sendiri-sendiri aja dulu ya Pak supir. Lah baper.

Saking nyamannya tidur di dalam bus, tidak terasa ketika saya membuka mata, matahari masih belum muncul juga. Dih. Saya melihat jam, waktu ternyata masih menunjukkan pukul 04:40 WIB. Sekali mata ini terbuka, susah untuk menutupnya kembali. Kecuali ada asupan gizi yang masuk ke dalam perut seperti mie godok Gringsing dan lauk french fries 2000 tadi. Kini giliran saya yang terjaga, Bapak-bapak sebelah saya giliran terlelap, mungkin dia udah ga kuat menahan kantuk. Tidak terasa bus sudah memasuki kota Kretek! yap Kudus. Meskipun dijuluki kota kretek, yang doyannya cuma filter doang engga haram kok masuk ke kota ini.

Kota Kudus ini menurut saya kotanya asri banget, suasananya mirip kota Blitar. Bener-bener mirip. Mengambil sampel dari Kota Blitar, Kota seperti Kudus ini sepertinya juga sangat cocok kalau dibuat aktivitas yang anak muda banget bagi yang solo ataupun dengan pacar seperti; jogging, bersepeda, lari sore atau hanya sekedar jalan-jalan santai. Yang penting jangan sampai gagal move-on kalau udah putus, terus kamu lewat kota ini. Tapi kebanyakan gagalnya sih. Sendu.

Selama perjalanan ini, saya amat sangat menikmati laju bus entah dalam kondisi macet atau jalanan sedang lengang tetap saja saya sudah jatuh cinta dengan perjalanan ini. Salah satu alasan yang bisa membuat saya sangat senang adalah saya bisa menjadi diri saya sendiri tanpa bergantung dengan orang-orang yang saya kenal. Malah saya jauh lebih takut kalau jalan-jalan muter Jakarta sendirian daripada pulang ke kampung halaman sendirian. Entah kenapa.

Pukul 8 pagi bus sudah memasuki Kota Tuban, yap ini adalah kota yang belum pernah saya kunjungi juga. Perjalanan ini selalu membuat saya takjub karena banyak sekali kota-kota yang belum pernah saya kunjungi bahkan lewati sebelumnya. Memasuki Kota Tuban, jalur bus amat sangat dekat dengan laut. Jadi engga perlu diragukan lagi pemandangan yang saya dapatkan di sana.
Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Fotonya saya ambil dari dalam bus, tapi maaf agak noise soalnya pake kamera hape
Kemudian perjalanan dilanjutkan kembali sampai menuju next stop yang engga jauh lagi kata kondektur busnya. Sama seperti sebelumnya berhentinya ya di tempat makan. Meskipun lagi bulan ramdhan, banyak juga yang engga puasa ketika sampai di sebuah rumah makan di Tuban. Jadi, buat kamu yang cupu dan lemah, mudik ketika siang bolong dan lagi puasa, kamu bisa ikutan makan di sini.
Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Tempatnya luas, sayangnya di hati kamu udah engga ada ruang

Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Tipikal bulan ramdhan, rumah makan tampak sepi dari luarnya saja. 
Setelah pemberhentian ini, sudah tidak ada lagi pemberhentian lainnya kecuali pemberhentian akhir di Terminal Arjosari, Malang. Buat yang tujuannya ke Surabaya, tapi sudah terlanjur naik bus dengan tujuan ke Malang, kemungkinan besar akan diturunkan di Gresik dan dioper ke bus Pahala Kencana lain yang tujuannya langsung ke Surabaya. Bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) yang tujuannya ke Kota Malang, bus akan mengambil jalur Tol langsung menuju ke Gresik, jadi engga lewat Surabaya.

Pukul  12:00 WIB, pas momen-momen orang lagi pada sholat Jum'at saya masih di dalam bus, namun sudah sampai gerbang tol exit Pandaan. Pukul 13:00 saya sudah sampai di rumah.

Buat yang belum pernah naik bus jarak jauh (AKAP) bisa banget dicoba, itung itung nambah pengalaman, biar engga kelihatan idiot kalau keluar kota 😐. Sudah itu saja yang bisa saya bagikan di postingan ini, semoga bermanfaat dan bisa dijadikan referensi kalau pengin naik bus ke Jakarta dari Malang atau sebaliknya.

Berlangganan via email

0 komentar:

Post a Comment


Top