Penyebab Stress Kerja dan Cara Mengatasinya

Penyebab Stress Kerja dan Cara Mengatasinya - Dari sekian banyak orang di Indonesia bahkan di Dunia, saya cukup yakin dengan mengambil kesimpulan bulat bahwa setiap orang pasti pernah ngerasain yang namanya stress karena pekerjaan. Baik tua maupun muda, senior maupun yang junior pasti atau seenggaknya sekali seumur hidup pernah mengalami stress karena pekerjaan dengan berbagai alasan. Saya berani beranggapan demikian karena bagi saya stress itu tidak memandang jenis pekerjaan. Mau tipe kerjaan kamu yang memang pada dasarnya sesibuk atau bahkan sesantai apapun, pasti pernah lah ngerasain yang namanya stress. Yang sibuk bisa terserang stress karena kerjaan banyak, yang santai bisa terserang stress karena kerjaannya terlalu santai. Kan serba salah juga ya. 

Penyebab Stress Kerja dan Cara Mengatasinya
via: www.eventosperfeitos.com.br
Bagi saya sendiri dengan menyandang status sebagai seorang junior di kantor, pun saya juga sudah kerap kali dibuat stress oleh pekerjaan saya. Penyebab pekerjaan yang membuat saya stress tersebut bermula dari schedule yang ketat, target kerjaan yang menggunung (over load), tim kerja yang kurang mendukung sampai dengan Bos yang sesekali kasih pressure tinggi. Tuntutan pekerjaan memang yang membuat semuanya berujung seperti ini, ada up and down-nya, dan mana mungkin up terus. Namun pemikiran saya tersebut dibuat bingung ketika saya menemukan bacaan di blog orang lain yang mengutarakan pendapatnya tentang pekerjaan yang sesuai dengan passion bakalan bikin kerja jauh dari stress. Oke. Jauh dari stress. Berikut saya jabarkan penyebab stress pada pekerjaan saya dan mungkin orang lain juga pernah mengalami hal tersebut dengan penyebab yang kurang lebih sama.

1. Schedule Pekerjaan yang Ketat
Engga cuma baju sama celana yang kamu buat hangout ke mall aja yang ketat, tapi schedule pekerjaan di banyak perusahaan memang mengharuskan staffnya agar segera menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat karena jadwal untuk item pekerjaan berikutnya sudah menunggu di depan mata.
Penyebab Stress Kerja dan Cara Mengatasinya
via: image.freepik.com
Tiap hari kerjaannya bolak-balikin kalender, berharap schedule masih terpantau aman dan hidup di kantor terasa nyaman. Kalau sudah mepet deadline, hari minggu rasa senin, jam 9 malem rasa jam 7 pagi. Belum lagi kalau schedule buat kerjaan ini belum selesai dateng lagi  kerjaan lain, kerjaan lain belum selesai eh tiba-tiba dateng lagi permintaan dari bos buat ngerjain yang lebih baru dan lebih urgent katanya. Hal-hal tersebut pasti pernah dialami oleh hampir semua orang yang kerja di kantor. Meskipun demikian, namun tidak lantas hal tersebut membuat orang yang sudah senior akan menjadi terbiasa dengan pola kerja yang demikian, bisa saja mereka mampu untuk membalikkan stress karena sudah terbiasa dan bisa saja mereka malah makin stress karena sudah keseringan digempur habis-habisan oleh schedule.

2. Target Kerja yang Menggunung (Overload)
Ini juga nyebelin banget sih, masalah ini bukan melulu dan pasti hanya disebabkan oleh person in charge (orang yang sedang meng-handle kerjaan yang bersangkutan) saja, bisa jadi masalah ini malah disebabkan oleh atasan kita sendiri. Contoh: pernah kejadian di kantor, di schedule jelas tertulis saya pada hari senin diharuskan untuk mengerjakan line marking parkiran mobil lantai 2 dengan rentang waktu 1 minggu. Akan tetapi, bos saya mendapatkan instruksi dari manager divisi (atasannya lagi) untuk menyuruh saya mengerjakan parkian mobil lantai 2 mezzanine dengan rentang waktu yang sama. Karena sebelum deadline semua sudah saya kerjakan, kemudian malah saya dapati dari bos saya meminta kerjaan yang dulu-dulu direvisi, dan ditambah lagi kerjaan-kerjaan baru juga harus dikelarin dengan schedule yang sudah tertulis! Nyebelin banget kan?
Penyebab Stress Kerja dan Cara Mengatasinya
via: www.activia.co.uk
Kalau sudah begini yang jadi korban itu staff. Penginnya kerjaan dikelarin lebih cepet biar dapat kelonggaran waktu di belakang, eh malah kerjaan ditambahin terus. Bukan malah kelar, tapi kerjaan makin menumpuk. Duh.

3. Tim Kerja yang Kurang Solid
Tim kerja yang solid itu penting banget teman-teman. Karena dibalik suksesnya kerjaan suatu divisi di kantor, terdapat tim yang solid. Tim kerja yang kurang solid itu disebabkan banyak hal, tetapi yang paling parah adalah tim yang kurang solid karena disebabkan oleh orang-orang yang didalamnya punya sifat kaku dan sensitif. Kebayang banget kan kalau punya rekan satu divisi yang baperan dan punya emosi diri yang gak stabil? diajak bercanda susah, diajak sedih susah, Hal-hal sederhana seperti itu sebenernya memiliki impact yang sangat besar terhadap internal team power loh. Malah bos saya sendiri pernah bilang "kalau dasar dari anaknya bisa diajak berteman, pasti kerjaan bisa lancar. Skill itu nomor dua karena bisa jalan sambil belajar. Kalau watak seseorang itu udah gak bisa digeser sedikitpun".
Penyebab Stress Kerja dan Cara Mengatasinya
via: www.images.all-free-download.com
Suasana kerja yang nyaman itu nomor satu banget, diimbangi dengan rekan kerja yang saling mendukung dan suasana kerja yang santai akan tercipta dengan sendirinya. Karena produktif bukan hanya bisa dicapai dengan suasana yang kondusif dan monoton. Jadi kalau udah dapet tim yang solid, jangan sampai disia-siain deh!

4. Under Pressure
Under pressure ini kalau dikomparasi level keburukan momennya, mungkin setara dengan ditinggalin pacar tiba-tiba. Pedih banget. Terlebih buat newcomer/orang-orang baru di kantor yang peluang mendapatkan tekanan dari atasan biasanya jauh lebih besar daripada orang-orang lama yang sudah bekerja di kantor tersebut. Hal tersebut bisa saya simpulkan karena biasanya bos ingin melihat seberapa tangguh karakter pribadi orang tersebut. Apabila sudah lembek diawal, maka akan dididik agar karakter dirinya menjadi pribadi yang tangguh dalam pekerjaan.
Penyebab Stress Kerja dan Cara Mengatasinya
via: www.mitsloan.mit.edu
Setiap atasan punya caranya masing-masing dalam mendidik mentalitas para staffnya. Beda bos, beda cara. Kalau bos saya sendiri caranya biasanya dengan teriak-teriak di dalem kantor, biasanya juga dengan menggunakan kalimat-kalimat sadis (contoh pengalaman saya dikatain bos, bisa di lihat di postingan saya ini: Mau masuk Jurusan Teknik Sipil tapi Basic kamu jauh berbeda?), bisa juga dengan hal-hal aneh yang tidak terduga di luar kantor.

Saya juga punya pengalaman lucu, tepatnya bukan saya yang mengalami tetapi teman saya dan saya yang menjadi saksi akan hal tersebut. Ketika ulang tahun, divisi saya ini punya kultur harus mentraktir makan siang semua rekan satu divisi. Kebetulan pada hari itu ada dua anak yang sedang berulang tahun, umurnya masih dibawah 20 tahun. Mungkin karena biasanya hanya satu anak yang berulang tahun, bos saya ini sedikit "gatal" kalau duit mereka hanya keluar sedikit untuk mentraktir makan siang orang-orang karena uang untuk membayar makan adalah hasil patungan dari kedua anak tersebut.

Tidak tinggal diam, setelah jam makan siang berakhir, bos saya memanggil kedua anak ini (termasuk saya dan satu teman saya yang lain) untuk diajak jalan-jalan ke mall di daerah Karawang tepatnya di Galuh Mas dengan modus ingin memperkenalkan kami dengan para mantan staffnya dulu di kantor yang lama yang kurang lebih berjumlah 6 orang. Sore itu juga. Jadi total orang yang akan berkumpul di sana adalah 11 orang (termasuk kami sendiri).

Setibanya di sana, bos saya langsung berbicara kepada dua anak ini untuk mentraktir kami makan dan nonton film di Cgv Blitz. Singkat cerita kemudian dua anak ini langsung menunjukkan ekspresi seperti kejatuhan tangga monyet dari pinggiran atap mall. Kebingungan. Mungkin dalam pikiran mereka, duit apalagi buat jajanin kami-kami ini yang berjumlah 11 orang. Tak lama kemudian, mereka panik dan langsung beralasan kalau mau mengambil uang di ATM luar mall. Dan feeling saya benar, pasti mereka tidak akan kembali lagi untuk bergabung bersama kami lagi di dalam. Mereka lebih memilih untuk kembali ke Jakarta dengan menaiki bus kota (karena sebelumnya kami berangkat dari Jakarta ke Karawang dengan menggunakan mobil) daripada harus jajanin 11 orang makan dan nonton film. Bos punya caranya masing-masing untuk mendidik mentalitas para staffnya, bukan?
Penyebab Stress Kerja dan Cara Mengatasinya
via: www.jamesyang.com
Cara Mengatasi Stress Kerja
Ketika segala sesuatunya yang ada di dalam kantor tidak ada yang berada dibelakangmu, santai aja semua bakalan indah pada waktunya. Gaada kerjaan yang bikin ngga stress, pasti ada titik-titik dimana kerjaan itu bikin stress; entah dari segi karena kerjaan terlalu susah atau terlalu mudah dan bikin bosen.

1. Schedule Pekerjaan yang Ketat - Atasi dengan sikap yang jujur dan gentle. Kerjaan jangan di-hold (ga disetorin sebelum waktunya). Kalaupun saya dikasih kerjaan terus menerus, saya atasi dengan bersyukur karena saya masih diberi kesempatan untuk dapet duit dari pekerjaan saya. Iri ngeliat yang lain lebih santai? Tutup mata, fokus sama diri sendiri.

2. Target Kerja yang Menggunung (Overload) - Atasi dengan santai tapi tetap jalan dan jangan sampai berhenti. Gimana kalau kerjaan saya luput dari penilaian plus dari atasan? ya udahlah, toh masih ada yang lebih atas (Rabb semesta alam) yang menilai saya. Jadi ga perlu takut ga bakal naik peringkat, justru kalau yang lebih atas yang menilai, akan lebih cepat naik kelasnya. Betul?

3. Tim Kerja yang Kurang Solid - Atasi dengan jalin komunikasi sebaik mungkin. Jangan sampai putus komunikasi kayak mantan. Kalau mereka tetep ga ngerasa gimana? ada dua kemungkinan, yang pertama yaitu usaha saya untuk lebih membuka diri dengan mereka yang kurang maksimal atau mereka pada dasarnya pengin banget idup di hutan.

4. Under Pressure - Atasi dengan kalimat kekinian "Lemesin aja shaay!". Karena dibawah tekanan itu seperti takdir; sudah tertulis dalam skenario, dan pasti akan terjadi. Yang perlu saya lakuin untuk menjaga performance saya di kantor ketika takdir itu sedang berjalan adalah, saya nikmati sekuat-kuatnya.  Saya ga mau dibawah kendali tekanan, maunya cuma dibawah tenda biru sama kamu.

Manajemen stress adalah cara agar kita dapat mengendalikan diri secara partial/sebagian bahkan seutuhnya dari diri sendiri ketika sedang dalam masa-masa stress. Sama seperti didikan bos, manajemen stress setiap orang juga berbeda-beda. Terserah mau pakai cara seperti apa, yang terpenting adalah bagaimana cara kita agar tetap dalam kendali dan dalam performa yang stabil ketika masa-masa tersebut datang. Jangan mau kalah dengan keadaan.

Berlangganan via email

0 komentar:

Post a Comment


Top