Pengalaman Jalan-Jalan Ke Pantai Sawarna, Sukabumi

Hidup di Jakarta itu enak ga sih? emang kalau lagi day off atau paling tidak di akhir pekan, orang yang tinggal di Jakarta liburannya pada kemana? beberapa orang menjawab, "paling kalau ga ke puncak ya ke Bandung". Sebagian sisanya menjawab "Mall". Berbeda dengan saya yang lebih memilih untuk pergi jauh dari pusat keramaian dan lebih memilih Pantai Sawarna.

Tepat hari sabtu seusai pulang kerja, jalan-jalan yang sudah direncanakan jauh hari ini pun akhirnya tiba juga. Jauh hari sebelum hari-h, ada salah seorang teman mengusulkan kalau perjalanan kesana akan lebih seru jika menggunakan roda dua. Karena kebanyakan dari kami yang pada hari itu menyandang status 'belum pernah kesana', alhasil mayoritas dari kami pun mengiyakan sebuah ide gila itu begitu saja.

Pukul 4 sore kami pun satu persatu mulai berkumpul di tempat yang telah disepakati yakni; modern market Jakarta Garden City. Lokasi tersebut dipilih karena tempatnya bersebelahan dengan kantor kami. 
Teman satu persatu mulai berkumpul di lokasi yang telah disepakati
Setelah kurang lebih hampir setengah jam kami saling menunggu, akhirnya tepat pukul 5 sore kami semua berkumpul dan membuat kesepakatan baru; yakni semua harus kompak dan tidak boleh ada yang tertinggal meskipun hanya beberapa waktu. Setelah itu, kami pun berdo'a dan memulai perjalanan panjang ini sembari berharap kami semua akan bekerja sebagai sebuah regu.

Tidak akan pernah ada hal indah yang didapatkan tanpa melalui jalan terjal dan berbatu. Mungkin kutipan di atas tadi sangat cocok dengan kondisi kami kala itu. Bagaimana tidak, belum sampai setengah jam motor kami pacu, ada salah satu rekan kami (Yackson) yang sudah keluar dari apa yang telah saya sebut sebagai sebuah regu. Terlebih lagi dia ada di posisi yang paling depan dan jauh, kemudian yang terjadi adalah kami harus memberhentikan laju kendaraan kami untuk menghubungi Yackson setiap waktu.
Momen nunggu kabar dari Yackson di bahu jalan daerah Cijantung
Setelah hampir 15 menit kami mencoba untuk menghubunginya via suara sembari kami nongkrong di bahu jalan raya, kemudian barulah ia mengangkat telepon dari kami dan memberikan instruksi ke kami semua kalau lebih baik kita bertemu di daerah Bogor saja. Mendengar kabarnya kalau dia baik-baik saja, kami pun cukup merasa lega dan langsung melanjutkan perjalanan singkat kami tadi untuk bertemu Yackson di Bogor kota.

Langit sudah gelap dan kami pun sudah sampai di Bogor kota. Kala itu jam sudah menunjukkan pukul 9 malam namun tidak lama kemudian kami pun juga bertemu dengan Yackson yang sedang duduk santai di atas jok motornya. Melihat fisik kami yang agaknya terlihat sedikit lelah, Yackson berinisiatif menawarkan kami untuk beristirahat di rumahnya yang terletak di daerah Cisarua. Tanpa berpikir panjang kami pun langsung setuju dengan usulannya. Namun setelah itu kami hanya bisa memacu kendaraan secara perlahan, karena kondisi Bogor saat itu benar-benar macet total efek dari pemuda/i yang sedang bermalam mingguan. Walaupun pelan-pelan namun pada akhirnya kami sampai juga di rumah Yackson pada pukul 11-an. Hal pertama yang kami lakukan disana adalah cuci tangan dan makan. 
Jalan-Jalan Ke Pantai Sawarna
Setibanya di rumah Yackson sekitar pukul 11 malam
Momen-momen berisitrahat sejenak di rumah Yackson
Meskipun lelah digempur kenyataan tadi seharian di jalanan, kami pun tidak lantas kemudian bersenang-senang di rumah Yackson karena kami harus memanfaatkan waktu tersebut untuk mengisi tenaga dengan merebahkan badan. Sambil menunggu waktu keberangkatan, saya amat sangat menikmati suasana Bogor di malam hari yang terasa sangat nyaman.

kenikmatan tersebut mendadak terhenti ketika terdengar celetukan dari Teman saya, Igun;

"Udah istirahatnya, ayok lanjut jalan gaes!"

"Yaelahh, baru aja istirahat" Kata Sarah

"Iya nih, besok aja kita lanjut berangkatnya yaaa" Tawar Novi

"Udah, kita harus berangkat biar bisa lihat sun rise di Pantai" Igun menimpali perkataan keduanya.

Dan dengan berat hati kami pun harus meninggalkan nyamannya bogor pada pukul setengah 1 dinihari, demi melihat eloknya sunrise di Sawarna pagi hari.

Perjalanan ekstrim dimulai dari Bogor menuju Sukabumi. Ini adalah perjalanan yang menurut saya paling serem sih, karena selain udara yang dingin dan sesekali mewangi, adapula rasa kantuk yang amat karena ini memang masih terlalu pagi, ditambah lagi jalanan yang berkelok-kelok curam dan sepi.

Hutan demi hutan kami lewati, suasana horor di perjalanan menuju Sawarna sangatlah terasa sekali, karena memang benar tidak ada tanda-tanda kehidupan yang berarti di sini. Beberapa kali kami mematikan mesin motor kami, hanya untuk sekedar duduk bersama, ngobrol dan itung-itung sambil menghilangkan kantuk di jalan yang sudah disusupi kabut pagi hari. Bagi saya sendiri, dari ketiga alasan mengapa perjalanan ini cukup ekstrim adalah alasan yang ke-2 yakni; sudah terlalu kantuk bagi rombongan untuk berkendara karena masih terlalu pagi.

Bayangkan saja, dibutuhkan puluhan kilometer lagi untuk sampai di tujuan utama. Rasanya saya akan menderita dengan kondisi mata yang makin kehilangan daya, ditambah lagi selama perjalanan saya dibonceng oleh teman yang namanya; Bayu Ananda. Ia kerap kali menyanyikan lagu She's gone yang diulang-ulang untuk menghilangkan rasa kantuknya saat menyetir di jalan raya. Untungnya telinga saya tidak mengalami gangguan pendengaran konduktif selama duduk tepat di belakangnya. Ternyata suara Bayu lebih horor daripada suasana di perjalanan menuju kawasan pantai Sawarna.

Sekelebat saya melihat ada plang hijau (RPPJ) di pinggir jalan yang bertuliskan Pelabuhan Ratu Sukabumi, kemudian saya melihat jam tangan ternyata waktu sudah menunjukkan pukul setengah 5 pagi "Wah sebentar lagi sampai, pasti terwujud kalau hanya untuk melihat sunrise di bibir pantai!". Gumamku dalam hati.

Menit demi menit terlampaui namun laju kami tak kunjung terhenti, hingga kami melihat sendiri munculnya sang mentari dari atas motor yang sedang kami kendarai. Janji manis akan sunrise di pantai Sawarna yang telah diutarakan Igun hanyalah isapan jempol belaka, namun faktanya yang saya lihat sepanjang jalan hanya hutan-hutan belantara saja. 

Tak lama kemudian, teman-teman yang ada di barisan depan terlihat mengarahkan lampu sein ke arah kanan, dan masuk kembali ke dalam hutan. Barulah tidak lama dari itu terlihat sebuah kehidupan, dari pintu masuk pantai Sawarna sudah terlihat banyak sekali para wisatawan. Dan memang benar pantai-pantai di kawasan Sawarna benar-benar menawan.

Berikut adalah cuplikan foto-foto kami di sana:
Ketika baru sampai di pantai Tanjung Layar, Sawarna
Tanjung Layar yang mulai menunjukkan keindahannya
Jalan-Jalan Ke Pantai Sawarna
Memang benar Pantai Tanjung Layar benar-benar sedap dipandang
Pantai Legon Pari
Pantai yang super indah dengan pasir putih lembutnya
Jalan-Jalan Ke Pantai Sawarna
Atas (kiri-kanan): Yayan - Andik - Lesti - Igun - Ngurah - Sarah - Sigit - Asti - Sakum - Bayu - Nando
Bawah (kiri-kanan): Yackson - Billy - Ryan - Pak Ambon - Saya
Jalan-jalan di Pantai Sawarna tidak akan pernah kami lupakan karena keindahan alamnya yang memang benar-benar tidak ada 2 nya. Meskipun harus ditempuh dalam waktu berjam-jam untuk sampai ke sana, tapi memang tidak bisa dipungkiri lagi kalau dari mulai perjalanan sampai tiba di Sawarna semuanya benar-benar mempesona. Semua letih kami ditebus dengan pemandangan alam yang ada.

Terimakasih Tuhan, telah memberikan kami bumi Indonesia yang sangat indah dengan semua tempat-tempat yang asri seperti Sawarna ini. Pohon-pohon Kau julangkan tinggi-tinggi, dengan air pantainya yang jernih sekali. Segala macam kenikmatan Kau suguhkan dalam bentuk alam yang ada di sini. 

Salam rindu dariku, sungguh ingin sekali rasanya bertemu denganmu kembali. 

Untukmu Sawarna dan kedua pantai mu; Tanjung Layar dan Legon Pari. 

Berlangganan via email

7 comments

  1. haha ga sia2 jauh2 tempat nya keren bgt

    ReplyDelete
  2. Wah bgus bgt pantainya kak, tpi jauh klo mau ke sana hehe
    Tpi next insak allah bisa buat ke sana :-)


    WWW YUKGAS ID

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. bukan jauh lagi sih, tapi jauh bangettt apalagi kalau yang dari luar jakarta :( tapi di lain sisi tempatnya ga jauh buat orang jakarta daripada ke bali :(

      Delete
  4. Kami jasa rental elf pariwisata berbagi solusi untuk anda yang ingin berpergian jarak jauh seperti ke pantai Anyer.hubungi kami di agenlisahtraveltangerang.blogspot.com

    ReplyDelete


Top