Mau masuk Jurusan Teknik Sipil tapi Basic kamu jauh berbeda?

Mau masuk Jurusan Teknik Sipil tapi Basic kamu jauh berbeda?

Kurang lebih 4 tahun yang lalu, saya masih bisa melihat sumringah wajah ibu dan ayah saya dikarenakan saya pada waktu itu dipastikan akan berkuliah di sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) di kota Malang. Di postingan ini saya ga akan membahas hal-hal yang cukup klise jika dijawab: seperti bagaimana caranya lolos PTN/tips masuk jurusan Teknik Sipil dan lain sebagainya. Namun, kali ini di postingan ini saya akan mengajak teman teman sekalian untuk berfikir, apa-apa saja sih yang sejatinya amat sangat perlu dipersiapkan ketika lulus nanti dari Jurusan ini.

Saya masih sangat ingat sekali dalam ingatan, ketika 4 tahun lalu, hari pertama saya kuliah di Malang, hari di mana saya menginjakkan kaki saya di kota itu untuk pertama kali dengan status sebagai mahasiswa. Perasaan saya kala itu yang paling mendominasi dalam benak saya adalah rasa canggung. Yap! canggung. Bagaimana tidak canggung, saya yang kala itu sudah menyadari bahwa saya adalah anak yang cukup introvert akan berada di lingkungan baru, suasana baru, jauh dari orang tua. Mungkin dari sini penderitaan saya dimulai, entah sampai kapan akan berakhir, pikirku. 

Hari pertama, adzan subuh berkumandang saya bangun dari tempat tidur untuk menunaikan kewajiban sholat subuh di kos-kosan saya sebelum saya menginjakkan kaki saya pertama kali di kampus saya untuk melaksanakan kegiatan PKPT (Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi). Kala itu, kos-kosan saya amatlah sangat dekat dengan kampus. hanya dengan berjalan kaki saja sudah sampai di kampus. Saya berangkat ke kampus dengan teman-teman baru di kos-kosan saya. Pukul 06:00 saya keluar kos-kosan. Dan yap, saya terperangah melihat jalanan menuju kampus, saya pikir mengapa jam segini kok sudah sangat banyak sekali mahasiswa baru yang berangkat. Saya merasa benar-benar aneh kala itu...

Mau masuk Jurusan Teknik Sipil tapi Basic kamu jauh berbeda?

Hari-hari berlalu, bulan, tahun begitu berlalu pula. Saya masih bingung Teknik Sipil itu apa. Oh iya perlu digaris bawahi bahwa, saya masuk Teknik Sipil ini tidak mempunyai sama sekali basic Teknik Sipil. Yap. Saya masuk jurusan ini dengan bermodalkan ijazah jurusan Teknik Komputer Jaringan. Mungkin penderitaan kedua saya adalah ini, masuk ke Teknik Sipil tapi basicnya adalah Teknik Komputer Jaringan. Bagi saya selain materi yang sangat jauh berbeda dengan Teknik Komputer Jaringan, penderitaan lain saya adalah ketika setiap masuk ke semester baru, dosen baru, pastilah ada perkenalan singkat. Satu persatu nama disebutkan. Kebetulan sekali nama saya Ade Dwi Darmawan Putra, nomor absen 1. Iya absen satu. FAK.

Saya bisa saja absen 2, kalau saja saya satu kelas dengan Aa Gym. Atau paling tidak, Abah Anton. Krik. Oke Skip.

Pastilah nama saya tiap semester dipanggil paling awal oleh dosen yang belum kenal dengan saya. Jleb. "baik saudara-saudara ada pepatah bilang tak kenal maka tak sayang, maka dari itu ada baiknya saya mengenal saudara-saudara terlebih dahulu" bla, bla, bla. Kalimat yang paling saya benci di awal semester. "Ade Dwi Darmawan Putra, mana? tolong jelaskan tempat kelahiran anda, tinggal dimana, sekolah, dan jurusan-nya". 

ingin sekali rasanya dulu, ketika perkenalan tiap awal semester dulu saya sudah melakukan pembohongan publik kecil-kecilan dengan mengatakan bahwa saya itu basicnya bukan dari Teknik Komputer Jaringan, tapi pure Teknik Konstruksi/Teknik Gambar Bangunan/Teknik Beton, dsb yang memiliki sedikit korelasi dengan jurusan yang dimana saya berada saat itu. Tapi memang saya anaknya itu susah boong (kalo ga kepepet), jadi saya memutuskan dengan gagah bahwa saya ini basicnya dari Teknik Komputer Jaringan!.

Nama Saya Ade Dwi Darmawan Putra, Lahir di Surabaya, Tinggal di Pasuruan, Sekolah di SMKN 1 Purwosari, Jurusan Teknik Komputer Jaringan.

Benar saja pastilah dapat diprediksi dengan sangat mudah, apakah pertanyaan yang akan terlontar dari mulut manis Dosen di kampus saya:

Kenapa Masuk Teknik Sipil? 

Andai saja kala itu, saya adalah anak yang tidak terlalu polos untuk menari-nari dengan kalimat sarcasm, pastilah sudah saya jawab:

Karena jurusan Tata Busana di pilihan pertama saya ga lolos pak, jadi masuknya di Teknik Sipil. (No Offense)

Ada lagi yang lebih parah, menohok, dan sedikit menusuk ke ulu hati,

Kalau kata dosen Alat Berat saya Pak Sonny (Halo paak), "Teknik Komputer Jaringan, Jaringan apa, Jaringan Narkoba".

Jaringan Narkoba.

Jaringan Narkoba.

Jaringan Narkoba.

Nuff Said.

Ini terlalu drama, layaknya saya ini adalah Jonah Hill Dave Franco di film 21 Jump Street dan berprofesi sebagai pengedar narkoba jenis baru (HFS; Holy Fucking Shit) & WHYPHY untuk siswa di sekolah. Bukan pak, bukan seperti itu.

Mau masuk Jurusan Teknik Sipil tapi Basic kamu jauh berbeda?

Namun setahun yang lalu, saya bisa membuktikan bahwa saya bisa bekerja di sebuah perusahaan kontraktor walaupun dengan basic jaringan narkoba. 😎 

Saya pikir setelah lulus kuliah dan lanjut bekerja, penderitaan saya akan sedikit surut. nyatanya malah semakin pasang. dan meluber kemana-mana. Bagi saya bulan terberat saat bekerja adalah bulan ke-2 hingga bulan ke-4. Bulan itu bagi saya adalah bulan dimana saya ini seperti menjadi sasaran tembak bagi bos saya di kantor. Yang katanya saya kalau kerja itu lambat-lah, minim skill lah, dan yang paling raja tega adalah katanya saya ini bego 😭.

Saya merasa bersalah di masa lalu, saat saya kuliah saya kemana saja? dengan siapa? semalam berbuat apa? Saya merekam jejak saya dengan ingatan saya sendiri.

Semester 1-2 : kuliah - pulang - nugas - ke warung lalapan - maraton film - tidur
Semester 3-4 : kuliah - pulang - nugas - nongkrong - tidur
Semester sisanya : kuliah - pacaran - nugas - tidur

Tapi menurut saya, titik balik saya buat tumbuh lebih itu ketika semester sisanya. yap. kuliah - pacaran - nugas - tidur. Saya merasa ada tujuan, ada sesuatu yang baru yang ingin saya capai. 

Namun ketika gawe, rasanya bikin cenut cenut pala, udah kekasih tidak lagi di bahu kanan, di marahin bos terus, ga ada tujuan yang ingin dicapai, dan lain sebagainya. hard times-nya Paramore banget lah!.

Mau masuk Jurusan Teknik Sipil tapi Basic kamu jauh berbeda?

Saya juga engga amatir-amatir banget yaa waktu kuliah, even if i am totally didnt have any basic of civil engineering. Tapi saya kuliah juga niat, pikirku waktu itu. Datang tiap hari, selalu nugas tepat waktu meskipun dibela-belain nyontek sana-sini (yang penting tugas kekejar), ikut seminar Teknik Sipil, dan bisa operasiin software yang sipil banget.

Pas kerja, JENG JENG!!! kalau kata dede-dede yang baru ujian kemaren tuh "belajar semalem engga guna, ga ada yang keluar pas UNBK!"

Kita senasib dek..

Hal yang bisa saya simpulkan seusai saya di-bash oleh bos saya kala itu adalah: memang benar, saya ini masih banyak kurangnya, gede sombongnya. Sampai kapan hal ini terus berlanjut, dan saya ga boleh gini gini aja. Saya harus berubah, harus lebih teliti dan universal kalau berfikir. Itu yang paling penting.

Dan alhamdulillah, saat ini saya juga mulai enjoy dengan pekerjaan saya, dan saya juga mulai belajar tentang manajemen stress diri, ketika kerjaan numpuk dan di-press sana sini sama bos. Saya juga mulai mencoba berfikir kritis apabila bos minta ini, tapi saya pikir ini ga bisa dilaksanain di lapangan dan saya berani untuk propose ide lain.

Jadi, saya bisa bagiin sedikit tips nih buat temen-temen yang mau kuliah di Teknik Sipil tapi basically sama dengan saya ataupun berbeda dengan saya. 
  1. Majority, temen-temen yang kuliah di Teknik Sipil maunya jadi Engineer (dibaca:enjenir). Kalau udah cita-citanya jadi engineer, yaa belajar metode pelaksanaan yang bener, yang luas. Perbanyak pengetahuan tentang material baru. Jangan cuma kuliah sama ngerjain tugas aja kayak saya dulu. 
  2. Pacaran waktu kuliah itu boleh-boleh aja sih, tapi jangan lupa tau diri, kalau pacaran dan serius sama si doi, mbok yaa inget, harga property setiap tahun itu meningkat 20% lho. Meskipun ilmu yang kita pelajari ketika kuliah itu sampe di pucuk ubun-ubun, toh nantinya waktu masuk kontraktor kamu bakalan sadar, kalau ilmu yang kamu pelajarin di perkuliahan itu ga bakalan bersaing dengan persentase peningkatan property tiap tahun. Tapi, ada tapinya nih. Belajar itu perlu loh teman teman. Meskipun ilmu yang terpakai di pekerjaan kita nanti itu sangatlah minim, namun setidaknya kita udah punya pegangan, dasar, dari ilmu-ilmu baru yang nantinya akan kita dapatkan di kontraktor nanti.
  3. Berani karena benar. Meskipun nantinya kamu bakalan lebih sering berhadapan dengan project manager, bahkan senior project manager, kamu ga boleh gentar (sedikit sih ga masalah) yang penting tidak berlebihan. Utarakan opinimu yang menurutmu benar. Ngomong sama project manager apalagi senior project manager itu ga gampang loh, apalagi mereka adalah orang-orang yang ditakdirkan untuk memiliki suara yang paling lantang di kantor. Ada salah sedikit, bisa-bisa dibikin malu sama beliau di depan orang-orang banyak. Namun basically ini bisa kamu dapetin ketika presentasi ketika kuliah, ikut lomba karya tulis ilmiah sana-sini, dsb. Jadi, meskipun kamu bakalan gemeteran dihadapan manager, tapi seenggaknya ga sampai pipis di celana.
Saya sih pernah baca kutipan yang cukup menggetarkan saya, bunyinya gini: Mimpi itu ga mudah dicapai dengan begitu saja, dia butuh keringat, determinasi, dan air mata. Jadi, buat yang senasib dengan saya, kuliah di Teknik Sipil tapi basic sangat jauh berbeda, jangan berkecil hati, belajar sambil jalan sangat bisa kok. Apalagi kalau motivasi kamu itu orang tua sama si doi (plus ingat kalo harga property tiap tahun itu meningkat 20%) dijamin deh, kamu bakalan lebih semangat dalam belajar dan mengejar mimpi. 💕

Berlangganan via email

2 comments

  1. wah bro,kayaknya kita ada kemiripan nih..saya juga lulusan Teknik Komputer Jaringan dan skrg masuk teknik sipil itupun karna org tua yg suruh,skrg sy sdg skripsi ngambil peminatan menkon..jadi krn ini suruhan org tua sy,mau ga mau sy harus jalanin meski ni jurusan sebenrnya dri jaman sy masih di SMK dulu paling ga mau masuk dah eh malah masuk disini,tapi skrg sdh enjoy sih bisa nyesuaikan diri di teknik sipil meski masih banyak belajar krn sy ga sepintar kawan2 yg lulusnya 4 thn dgn nilai bagus :).. sy nnt mau kalo lulus rencana mau kerja di kontraktor nih buat nyari pengalaman,sran aja nih bua blog tentang dunia di kontraktor lebih mendalam ya,maklum sy mash newbie :( salam kenal bro

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Zeth! tq udah sharing di blog ini. Dibuat seru aja mah kalau kuliah, jangan terlalu diambil pusing dan merasa terbebani. Yang paling penting kalau mau kerja di kontraktor sih menurut saya perdalam skill yang relevan sama pelaksanaan konstruksi aja.

      Delete


Top