Buat Kamu yang Punya Mimpi Kerja di Kontraktor

Udah Jam 11 Malam, tapi saya masih duduk diam di kantor, sesekali curi-curi momen buat nge-blog lewat komputer kantor. Teringat kembali masa-masa kuliah tahun 2016 kemarin yang kalau ditarik garis lurus, tepat jam ini, saya mungkin baru saja pulang dari pacaran, tidur di kosan, atau hangout bareng temen-temen.

Tinggal menghitung hari saja bagi saya untuk merasakan bagaimana atmosfer di dunia konstruksi (kontraktor) yang telah saya jalani selama 1 tahun ini. Bagi kamu yang sedang menempuh pendidikan tingkat SMK, D3, D4, atau Strata 1 yang tidak maupun linear dengan dunia konstruksi, setelah lulus apa sudah punya rencana mau ngapain? kerja apa? di bagian apa? sebelumnya buat adek-adek yang mau lanjut kuliah, atau ke jenjang yang lebih tinggi bisa baca postingan saya yang ini - Mau Masuk Jurusan Teknik Sipil tapi Basic Kamu Jauh Berbeda?

Saya akhir-akhir ini kerap melihat foto di Instagram banyak adik-adik tingkat saya di kampus "The learning University" yang sudah mulai lulus satu persatu, nampak dari postingan mereka, dengan wajah berseri-seri, rambut klimis dan kerudung voile, dengan perasaan bangga setelah sidang berfoto dengan teman-teman dekatnya sambil mengenakan selempang yang bertuliskan calon Kontraktor. Senangnya saya melihat mereka sudah mengerti apa yang mereka mau jauh hari sebelum tali toga dipindahkan dari kiri ke kanan.

via: www.wordstream.com
Dulu sebelum saya sidang hingga masa setelah sidang (penjajakan), saya sudah disibukkan dengan mengirim lamaran pekerjaan kesana kemari, mulai dari yang membuahkan hasil, tidak membuahkan hasil, dan adapula yang membuahkan hasil meskipun pada ujungnya tidak saya terima karena beberapa sebab. Kalau kamu juga sedang menunggu giliran sidang, ataupun sudah sidang dan sedang dalam masa-masa penjajakan, ada baiknya kamu juga harus mulai bergerak dari sekarang deh, maksudnya kamu juga harus mulai untuk menyibukkan diri dengan mengirim lamaran ke Perusahaan-Perusahaan.

Bagi yang satu jurusan dengan saya "Teknik Sipil", berwirausaha dengan mendirikan CV atau PT mungkin adalah pilihan bagus, namun jauh lebih bagus apabila kita telah memperoleh pengalaman yang sesuai terlebih dahulu dengan kenyataan di lapangan. Salah satunya itu menjadi sama dengan apa yang kamu telah inginkan, yakni bekerja di kontraktor. Dengan bekerja di Kontraktor setidaknya kamu nanti pada akhirnya akan tahu bagaimana sistem kerja sebagai pelaksana konstruksi, bagaimana cara mengelola sumber daya yang ada di proyek, bagaimana cara berkoordinasi yang baik, dan bagaimana cara mengambil langkah-langkah bijak demi mendapatkan keuntungan tanpa mengesampingkan standarisasi dan kualitas.

Apakah pengalaman sebelum mendirikan CV atau PT hanya akan didapat dengan bekerja di Kontraktor saja? Tidak!. Di Konsultan, bahkan di Owner-pun juga bisa. Namun, bos saya pernah bilang bahwa, pengalaman kerja di Kontraktor itu ga bisa dibandingin dengan pengalaman bekerja di konsultan, ataupun di Owner. Bahkan meskipun kita sudah masuk di dalam sebuah perusahaan berbasis konstruksi atau kontraktor, namun apabila kita hanya ditempatkan di Head Office atau kantor pusat kontraktor tersebut, maka pengalaman kita tidak akan pernah sebanding dengan pengalaman orang-orang yang bekerja di kontraktor namun ditempatkan di lapangan/proyek. Gimana? makin menggebu-gebu untuk masuk di lembah kontraktor? Eits, Jangan buru-buru dulu... Baca dulu engga Enaknya kerja di kontraktor versi saya di bawah ini:

via: qph.ec.quoracdn.net
1. Waktumu bakal habis buat kerja doang
Buat yang suka ngeluh ga enaknya kuliah teknik sipil; harus ngerjain tugas yang bejibun, ngitung struktur yang bikin pening kepala, gambar teknik free hand atau pakai Autocad yang harus skalatis dan harus applicable, estimasi biaya bangunan yang segaban-gaban referensinya. Coba deh tengok saudara, atau tetanggamu, atau kenalan dekatmu, atau orang yang kamu tahu bekerja di proyek; apa pernah kamu liat dia posting foto-foto di mall setiap akhir pekan atau hanya sekedar kongkow di cafe kesayangan setiap malam tiba?

Lupakan nge-trip, hura-hura, vacation atau hal-hal yang serupa. Kalau kamu beruntung mungkin bisa saja di-post kan di proyek pusat kota (kalau ada), namun kalau kamu ditempatkan di daerah berkembang atau bahkan terpencil, sudahlah dan buang saja fantasi indah-indahmu itu. Kamu bakal tiap hari kerjaanmu yaa gitu-gitu aja. Senin ampe sabtu kerja, tidak jarang apabila progress lapangan perlu dikejar, kamu bakalan masuk tiap hari minggu!

Tapi hal tersebut bisa diatasi dan dihindari loh, agar kamu tetap bisa manja-manja cantik dengan kolega kamu tiap akhir pekan bahkan setiap malam datang, ada dua opsi nih dari saya; a) yang pertama kamu ga mau di-post change ke proyek dan lebih memilih menetap di Head Office, dan atau b) yang kedua adalah kamu itu tipe orang yang tidak bertanggung jawab. Sudah tau schedule mu ketat, tapi kamu masih suka melipir entah kemana setiap saat. Kalau kamu sudah menentukan salah satu dari dua pilihan di atas, maka say goodbye aja tentang mimpi dan rencanamu yang pengin berwirausaha atau punya bisnis sampingan nantinya.

2. Jauh dari orang-orang tersayang
Memang, dipisahkan secara batin lebih menyakitkan. Namun, dipisahkan sama jarak juga gak kalah nyebelin loh teman-teman, karena mungkin kamu akan dipisahkan dengan 2 pihak dari orang yang kamu sayang. Yang pertama adalah Orang tua, dan yang kedua adalah kekasih hati. PS: Yang jomblo tapi lagi baca ini, bisa skip langsung ke poin berikutnya. Kamu bakalan lebih akrab dengan yang namanya LDR, bahkan bisa saja kamu bersahabat baik dengan dia. 

Dengan kesibukan yang akan kamu dapatkan di proyek nanti, kamu bakalan kesusahan bagi waktu antara waktu kerjamu dengan waktu-mu-dengan-orang yang kamu sayang. Serius deh. Gimana mau ada waktu, kalau kamu adalah orang yang memutuskan untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab dalam pekerjaan, maka dari jam 07:00 s.d 20:00 (menurut pengamatan, orang-orang di kantor saya, majority pulang di atas jam 8 malem. Tiap hari) kamu akan bekerja sesuai dengan bobot/schedule yang telah dibebankan ke kamu. Jadi gaada lagi yang namanya delay pekerjaan. Udah gaada waktu buat chattingan, jarang ketemu, tau-tau eh si dia udah digondol sama sahabat karib. 😢

Kamu akan jarang pulang ke rumah selama berbulan-bulan, bahkan apabila suatu saat karirmu naik dan kamu dipromosikan pada jabatan yang lebih tinggi, bisa saja kamu hanya akan pulang kampung ketika Takbir Idul fitri berkumandang. Terlebih lagi ketika lidahmu sudah tidak sabar lagi ingin kembali mencicipi masakan Ibumu. Mungkin tiap kali kamu ditelfon atau menelfon keluargamu di kampung, hanya akan berujung pada tangisan rindu di ujung handphone-mu.

3. Nomaden karena terpaksa, bukan keinginan
Kalau menurut saya sih memang paling enak itu ngisi post di proyek fast track/yang memiliki schedule gak terlalu panjang sampai dengan 3 tahun. Paling enak itu yaa mentok 2 tahun lah, kalau lebih mungkin lebih ke jenuh yaa. Namun masalahnya di sini adalah, kita tidak jenuh pada lingkungan sekitarnya, namun kita lebih menjurus jenuh ke lingkungan di dalam proyeknya. Sebagus atau semegah apapun proyekmu, tetap saja nantinya kamu juga akan mendengarkan seseorang yang melontarkan kalimat dengan lantang "masak mau gini-gini aja" di dalam kantor ataupun di lapangan. 

Kita bakalan menjadi pengembara yang nyata di era millenial ini teman-teman. Di lain sisi, kamu bakalan jenuh sama lingkungan kerja yang itu-itu aja, di lain sisi juga kamu itu males kalau harus pindah-pindah lokasi kerja. Misalnya sekarang proyeknya di Jakarta, kemudian muncul surat post change dari pusat kalau kita mau dipindah ke proyek di Batam dsb. Males packing barang bawaan cuy. Banyak!

Bagi kamu yang baru masuk dunia konstruksi, pastinya kamu akan masuk di lingkungan yang baru, bisa saja kamu juga akan hidup lebih jauh dari tempat tinggalmu, dengan kondisi lingkungan yang jauh berbeda pula, maka segalanya perlu dipersiapkan dengan sangat matang sejak dini seperti;

Gaji kontraktor
via: www.memesuper.com
1. Keuangan
Kamu adalah staff, bukan orang harian. Jadi kamu akan digaji oleh perusahaan setiap akhir bulan (bervariasi tergantung perusahaan). Hidup di lingkungan baru akan sedikit merepotkanmu dari segi pengaturan keuangan. Maka dari itu, kalau nantinya kamu menerima salary di akhir bulan, sisihkan 1/2 untuk menabung, dan sisanya bisa untuk kamu dan atau untuk keluargamu. Sering kali saya temui teman-teman saya bahkan saya sendiri sempat mengalami buruknya pengaturan keuangan, baru saja beberapa minggu gajian, tapi karena saya belum terbiasa hidup di lingkungan baru, maka uang yang saya dapatkan tiap bulannya habis entah lari kemana.

2. Pergaulan yang sehat itu nomor wahid!
Hari pertama kamu masuk kantor, kamu akan merasa jadi pusat perhatian. Bulan berikutnya kemungkinan besar beberapa temanmu entah satu divisi, teman satu kantor, atau bahkan teman dari Subcon lain ada yang mengajakmu untuk melakukan aktivitas lain selain bekerja. Di sini, sikap bijakmu diuji. Pilihlah teman yang mengajakmu melakukan hal-hal positif. Mungkin, di awal-awal masuk proyek juga kamu bakalan susah menolak ajakan teman-temanmu, apabila kamu sudah terlanjur masuk dalam ajakan yang sudah menjurus ke hal-hal negatif, jadikan itu pengalaman, jangan jadikan kebiasaan.

Menjadi individu merdeka itu jauh lebih baik daripada menuruti ajakan negatif dari temanmu, kamu-pun bisa memilih sendiri mana yang akan menjadi teman bergaulmu, setidaknya hanya untuk satu project. Untuk next project kamu bisa belajar dari project sebelumnya. So, jaga nama baik keluargamu, dan Orang tuamu, tetaplah menjadi anak kebanggaan bagi mereka semua!

3. Jadilah dirimu sendiri
Karakter dirimu mungkin bisa saja sedikit terpengaruh oleh kebiasaan buruk orang-orang proyek seperti; keras kepala, bicara kasar, kehidupan yang liar dan bebas. Maka dari itu, jangan biarkan karaktermu terlalu banyak dimasuki racun oleh lingkunganmu yang baru. Kalau kamu anak yang respect terhadap sesama, maka jadilah seperti itu juga di proyek. Jangan malah menjadi pribadi yang menyebalkan dengan mengatakan pekerjaan orang lain tidak benar, dsb.

Kamu juga nantinya diharuskan untuk meeting dan berkoordinasi dengan banyak orang, bisa dari subcon, engineer, shop drawing, dsb (tergantung kamu di bagian apa). Poinnya adalah, apabila nantinya kamu berkoordinasi dengan orang lain, jangan sampai melukai perasaan mereka dengan perkataan kasarmu, jadilah kamu dengan pribadimu yang bertutur kata lembut dan tenang. Bukankah nyari duit itu simpel sebenarnya? ga perlu juga kan teriak-teriak salahin sana-sini, membenarkan apa yang dianggap benar, apalagi dari kacamata/sudut pandang sendiri. Idih!

Ada kalanya segala sesuatu yang dipandang oleh luaran sana perlu kita luruskan, yang tampak hijau pasti tak sepenuhnya hijau. Kalau memang keinginanmu sudah bulat ingin bekerja di kontraktor, maka perlu persiapan diri yang lebih matang, ambil tindakan, terima risikonya dan rencanakan sesuatu kedepan yang lebih konkret. 

tips lolos kontraktor
Rekan satu divisi AEON Mall Project

Tips masuk kontraktor
AEON Mall Project Team
Jakarta Garden City, Cakung Timur, Jakarta Timur
Dengan membaca tulisan saya di atas, harusnya bisa diambil kesimpulan bahwa kerja di Kontraktor itu ga melulu enak, sisi ga enaknya juga banyak. Tapi keputusan jatuh di tangan masing-masing. Yang terpenting benar-benar niat dalam hati, ingin bekerja demi keluarga, membangun demi nusa dan Buya Hamka pernah berucap; "Kalau bekerja hanya bekerja, babi hutan juga bekerja..." maka dari itu, jangan bekerja hanya untuk mengumpulkan pundi-pundi pendapatan tanpa memberikan manfaat, jangan bekerja dengan rasa angkuh ketika berkoordinasi dengan orang lain, terlebih lagi jangan bekerja hanya untuk meningkatkan citra diri, karena kalau bekerja hanya soal prestise belaka, maka keunggulanmu hanya mentok di timeline Instagram-mu saja.

Berlangganan via email

1 comment

  1. mimpi saya kerja di kantor kontraktor,ilmu dilapangan itu loh smoga bisa berguna bagi sy dikemudian hari dan berguna bagi indonesia timur krn sy berasal dari sana.
    skrg di kantor kontraktor mana bro?

    ReplyDelete


Top