Pengalaman Proyek Pertama: AEON Mall Jakarta Garden City

Pengalaman Proyek Pertama: AEON Mall Jakarta Garden City - Sebenernya udah pengin nulis ini dari lama-lama banget sih, cuma ditahan-tahan dulu karena emang kalau kita kerja di kontraktor itu sebenernya engga boleh sharing apapun tentang lingkungan di proyek. Alasannya cukup beragam: mulai dari owner yang engga mau diekspos lingkup kerjanya sampai dengan pihak kontraktor sendiri juga yang tidak mau rahasia dapur perusahaan menjadi makanan publik.

Nah berhubung saat ini proyek yang saya ikutin sejak lebih dari satu tahun yang lalu sudah Grand Opening 10 hari yang lalu, jadi sudah sah-sah saja saya publish dimana-mana seperti apa bentuk dahulunya hingga saat ini. (Btw tapi, saya ga bakalan sharing apapun tentang pekerjaan di sosial media yang saya cantumkan di blog ini. Saya cuma mau berbagi dalam bentuk data, tulisan, dan foto. Bukan hanya foto seperti di instagram. Ya karena emang lebih bagus kalau menurut saya di-share hanya lewat blog, soalnya kita bukan cuma berbagi foto, tapi kita bisa berbagi pengalaman dalam bentuk tulisan dan gambar).
Aeon Mall JGC
via: Internal Design
FYI: AEON Mall Jakarta Garden City ini adalah pusat perbelanjaan a.k.a Mall dengan nuansa Jepang ke-2 setelah AEON Mall BSD City yang terletak di Cakung Timur, Jakarta Timur. Dan akan disusul beberapa AEON Mall lagi nantinya dua diantaranya adalah: AEON Mall Sentul City, dan AEON Mall Deltamas.
Aeon Mall JGC
Informasi AEON Mall Jakarta Garden City - via: www.aeonmall.com
Kalau boleh cerita dikit gimana rasanya bisa jadi bagian pembangunan dari salah satu mall Jepang dengan amusement tenant (tempat hiburan) terbesar sampe ada ferrish wheel tertinggi di Indonesia saat ini, rasanya udah jauh dari kata bangga lah. Pokoknya seneng banget deh! terlebih lagi waktu grand openingnya aja pengunjung yang dateng itu lebih dari 100.000 orang. Boom! Gimana ga kegirangan coba? Yaa meskipun dulu saya awalnya disini jalannya berliku liku banget mulai dari dikatain yang jelek jelek dsb (bisa dibaca di sini: buat kamu yang punya mimpi kerja di kontraktor) tapi semua itu kebayar banget kok sama ilmu dan hasilnya.

Aeon Mall JGC

Aeon Mall JGC

Aeon Mall JGC

Aeon Mall JGC

Aeon Mall JGC

Aeon Mall JGC

Aeon Mall JGC

Engga semua foto saya taruh di sini yaa, kalau pengin tau lebih main-main kesini aja biar ada surprise-surprisenya gitu 😚. Yah mungkin itu aja sih yang bisa saya bagiin di postingan ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa maen-maen ke tempat ini cause this place is cozy as hell! 

Rasanya Kerja di Kontraktor

Udah hampir 2 minggu saya ga update blog ini, bukan karena sibuk dengan kerjaan tapi jujur karena bingung mau nulis apaan. Tapi saya sudah berikrar juga kalau saya akan meng-update blog ini selambat-lambatnya hanya 2 minggu. Ide tuh mirip kayak temen, suka dateng terlambat. But, its better late than never

Dulu sejak pertama saya kuliah di Teknik Sipil Universitas Negeri Malang di tahun 2013, saya suka bingung kalau lulus mending kerja di Kontraktor atau di Konsultan (entah konsultan apapun itu, mau konsultan desain, struktural, atau yang lain terserah). Dan kemudian setelah lulus dari universitas takdir ternyata membawa saya untuk kerja di Kontraktor. 
via: www.youtube.com/88rising
Kalau dilihat dari jejak pendidikan, saya ini gaada pantes-pantesnya kerja di kontraktor karena: (1) basic saya bukan dari teknik sipil melainkan basic saya itu dari informasi dan teknologi a.k.a teknik komputer jaringan (bisa dibaca di sini: Mau masuk Jurusan Teknik Sipil tapi Basic kamu jauh berbeda?), (2) nilai saya di kampus juga ga bagus kalau dilihat dari IPK karena nilai saya cuma 3.23, (3) saya ga punya spesialis di bidang teknik sipil (itung-itungan saya ga suka, gambar-pun juga ga suka) mungkin saya hanya punya sedikit ketertarikan di metode pelaksanaan konstruksi saja dan itupun tidak semua metode konstruksi saya sukai contoh; saya suka metode konstruksi gedung, tapi saya ga suka metode konstruksi jembatan dan fly-over. Pun di gedung saya lebih suka kerjaan eksternal daripada internal contoh; saya lebih suka kerjaan yang hubungannya sama drainase daripada kerjaan pasang ceiling (langit-langit). Membosankan.

Cita-cita anak mahasiswa teknik sipil itu sudah bisa dipastikan sejak dini, menurut riset ngawur saya anak sipil itu cita-citanya; (32% wirausaha, 7% kerja di konsultan, 8% kerja di bank, dan 53% kerja di kontraktor). Riset ngawur saya di atas dapat berubah sewaktu-waktu dan tergantung dari tingkatan stress mahasiswa sipil yang bersangkutan ketika sudah bekerja di salah satu kategori perusahaan-perusahaan tersebut. Bisa jadi berubah seperti ini: (50% wirausaha, 10% kerja di konsultan, 12% kerja di bank, dan 28% kerja di kontraktor). 

Dari presentase di atas dapat disimpulkan bahwa, wirausaha mengalami kenaikan presentase dan menjadi pekerjaan idaman para mantan mahasiswa teknik sipil yang sudah menjadi karyawan di sebuah perusahaan kontraktor dan kemudian resign karena berbagai macam alasan seperti; udah males kerja panas-panasan, banyak pengaruh buruk, dilanda rindu karena kerja jauh dari keluarga, pengin dapet kerjaan baru yang sabtu dan minggu bisa libur, pengin dapet kerjaan baru yang jadwal pulang kerjanya teratur.

"Nah Terus kamu masuk golongan yang mana?" Katamu

Saya adalah orang yang sangat bersyukur bisa bekerja linear dengan jurusan kuliah saya. Banyak hal-hal yang dulu selama kuliah tidak saya ketahui bisa menjadi tahu bahkan bisa sampai mengerti. Banyak hal-hal yang saya pelajari dari nol di perusahaan ini, banyak teman-teman baru, lingkungan yang selalu baru dan jujur memang cita-cita saya sejak kecil adalah bekerja di kontraktor. Saya masuk dalam kategori tersebut. Namun, apakah lantas saya bahagia sepenuhnya?

Ya! saya bahagia, dan saya sangat bahagia! bisa bekerja di perusahaan yang saya impikan memang merupakan sebuah mimpi yang menjadi nyata bagi saya. Namun, ada satu poin dimana saya sedikit tidak menyukai ketika bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan konstruksi yang paling utama adalah karena bekerja jauh dari keluarga.

Yap! apapun itu, keluarga bagi saya adalah yang paling nomor satu. Mungkin sedikit kedengaran cengeng bagi anak cowok dan agak klise namun fakta dan jujur dalam hati saya adalah keluarga merupakan prioritas saya. Bagi saya ada banyak sekali perusahaan di luar sana, namun keluarga hanya ada satu. Meskipun saya masih belum berkeluarga, namun saya punya orang tua dan dua saudara saya yang entah kenapa sangat sulit sekali untuk tidak bertemu dengan mereka dalam waktu yang sangat lama.

Keluarga adalah Prioritas.

Tips Memilih Rumah Idaman di Kawasan Perkotaan

Memiliki rumah idaman dengan kualitas yang benar-benar nyaman bagi keluarga bukan perkara mudah. Terlebih saat ini udah banyak banget Developer di Indonesia yang hampir setiap bulan kerap kali saya temui di pusat-pusat perbelanjaan untuk mempromosikan hunian-hunian yang mereka tawarkan kepada calon konsumen. Bagi yang punya banyak uang tentu bukan perkara sulit untuk membeli dan menjualnya lagi namun, bagi pemuda-pemudi (millenials) yang sedang memulai dan meniti karir di Kota, hal ini merupakan hal yang cukup membuat beberapa orang bingung bagaimana caranya memiliki rumah yang nyaman untuk ditinggali seterusnya, kriterianya bagaimana, dan tips memilih rumah idaman di kawasan perkotaan itu seperti apa.
Tips Memilih Rumah Idaman di Kawasan Perkotaan
Hasil Render Sketchup karya Ryan - via: www.facebook.com/rian.chandrawirata
Rumah idaman tidak memiliki definisi pasti karena setiap orang punya pengertian yang berbeda-beda untuk hal tersebut, tapi secara umum rumah idaman dapat diartikan sebagai rumah yang aman dan nyaman baik dari segi fisik maupun lingkungan di sekitarnya. Kalau dibaca sepintas kayaknya susah banget dapetin rumah yang seperti itu, terlebih lagi di kawasan perkotaan yang rasanya tempat tinggal paling idaman adalah di kawasan cluster, real estate atau apalah itu yang harganya bermilyar-milyar rupiah. Nah, sedangkan para amatir yang datang dan baru saja kerja beberapa tahun di kota pasti cuma punya duit sedikit, dan kalau sudah terkotak-kotak seperti itu apakah para amatir seperti saya ini tidak bisa punya rumah idaman di kota?

Yuk! Kita ulas lebih dalam lagi....

Banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk memilih rumah idaman di kawasan perkotaan versi saya, diantaranya adalah:
  • Rumah tersebut memiliki lokasi yang strategis - Setiap orang pasti pengin banget punya hunian yang dekat dengan tempat-tempat yang menunjang aktivitas sehari-hari seperti pasar, tempat ibadah, sekolah, dan kantor. Engga banget kan kalau udah rumahnya bagus, nyaman tapi buat ke pasar aja harus naik angkot dan oper beberapa kali. Hih.
  • Rumah harus aman - Maksud dari kata-kata aman disini bukan berarti kamu harus nyewa sniper buat ngintai tempat kamu tinggal, kali-kali aja ada orang yang mau jahatin. Engga, ga harus seperti itu. Berlebihan. Rumah yang aman itu seenggaknya adalah rumah yang berada di lokasi atau kawasan yang struktur organisasinya jelas dan bergerak; contoh: setiap RT punya pos kamling/pos jaga yang memang setiap (setidaknya malam hari) pos tersebut difungsikan untuk berjaga-jaga. 
Tips Memilih Rumah Idaman di Kawasan Perkotaan
Desain pos jaga karya Sigit Wijiono - www.sigitwijionoarchitects.blogspot.com
  • Rumah harus hijau - Siapa sih yang ga pengin rumah yang adem luar-dalem? kalau emang lingkungannya ga mendukung penghijauan, seenggaknya rumah sendiri yang diademin. Bisa banget kok bikin taman-taman kecil yang didepannya cuma ada satu pohon tetapi setidaknya pohon yang ditanam di depan rumah tersebut rindang. Ga perlu gede dan tinggi menjulang, yang penting rindang. Pohon yang rindang tapi ga gede itu ada beberapa misalnya: pohon jambu air/pohon belimbing yang lebih cocok ditanam di depan rumah daripada pohon randu.
  • Rumah ga perlu berlantai-lantai, 1 lantai saja cukup yang penting jarak antara level lantai dan level ceiling (langit-langit) cukup tinggi. bisa 3.7 meter - 4 meter. Hal ini penting banget teman-teman apalagi yang berniat memang ingin mempunyai hunian di perkotaan, adanya jarak yang tinggi dari level lantai ke langit-langit ini lebih memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik daripada rumah yang sampai 3 lantai tapi jarak antara muka lantai terhadap langit-langit hanya 2.7 meter atau kebawah. Sirkulasi udara yang baik, akan membuat ruangan terasa lebih dingin.
Tips Memilih Rumah Idaman di Kawasan Perkotaan
via: www.3docean.net
  • Rumah yang nyaman menurut saya adalah rumah yang letaknya tidak bersinggungan langsung dengan jalan raya atau jalan lokal namun besar yang notabene bukan merupakan jalan raya namun seringkali dilalui oleh para pengemudi truk, mobil dan pengendara sepeda motor. 
  • Rumah yang nyaman memiliki lingkungan yang bersih. Di sini saya memposisikan diri saya sebagai orang dari desa yang datang ke kota besar, dan saya seringkali melihat perkampungan atau perumahan yang lingkungannya kurang sehat. Selokannya macet, banyak kecoa di jalanan, banyak tikus juga. 
  • Rumah idaman adalah rumah yang tata pencahayaan setiap ruangannya bagus. Selain tata udara, tata cahaya juga merupakan hal yang sangat amat penting, karena rumah yang terang dan setiap ruangannya dapat dengan mudah dijangkau oleh cahaya matahari adalah rumah yang baik. Terlebih lagi di kota-kota besar seperti Jakarta yang memiliki populasi penduduk yang sangat tinggi dan rumah-rumah penduduk saling berdempetan. Hal tersebut harus disiasati dengan jeli oleh sang pemilik rumah apabila ingin rumahnya mendapatkan pencahayaan yang bagus dari matahari.
Kembali ke pengertian di awal tadi bahwa rumah idaman tidak memiliki definisi pasti karena setiap orang mempunyai karakteristik dan pengertiannya masing-masing. Namun dari saya pribadi, rumah idaman adalah rumah yang memang benar-benar nyaman dan aman dari segala hal. Lupakan ukuran. Rumah idaman bukanlah tentang ukurannya, tapi tentang tata kelola rumah tersebut beserta lingkungannya. 

Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100

Sesuai dengan komitmen saya di postingan saya sebelumnya mengenai paket yang tidak kunjung dikirim oleh pihak JNE akan saya lanjutkan di sini. Kenapa saya ngebet banget pengin paket saya datang di hari sabtu adalah, agar saya dapat mencobanya langsung di hari minggu karena hanya di hari tersebut saya dapat jalan-jalan di Jakarta. Dikarenakan JNE tidak sesuai dengan komitmen mereka, maka dengan terpaksa saya hanya bisa mencoba paket saya ini hanya di sekitaran komplek dan di proyek saja. Paket tersebut isinya adalah kamera mirrorless Sony a5100.
Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
Kardus Sony a5100
Awalnya saya engga tau menau ya soal kamera mirrorless, dan saya termasuk menjadi salah satu anak yang telat gaul karena saya sejak dulu hanya memiliki sebuah kamera DSLR saja di rumah dan itupun kepunyaan kakak saya. Jadi, saya di sini hanya sebagai seorang amatir yang berbagi pengalaman saja tentang pemakaian Sony a5100 saya ini yang sudah saya gunakan hampir seminggu. Jadi kalau ada yang tanya teknis banget, mending kamu cari website lain deh yang lebih detail dalam review ini.

Dari yang saya kutip melalui website kompas, kamera mirrorless adalah kamera "tanpa cermin" atau dapat dijabarkan sebagai kamera DSLR yang dihilangkan bagian pemantul cahayanya (mirrorbox) nya. 
Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
via: www.tekno.kompas.com
Jadi dari keterangan dan gambar yang ada, sudah bisa dilihat perbedaannya. Yap, kalau DSLR lebih gede, kalau mirrorless lebih mini. Hal itulah yang menjadikan salah satu alasan terbesar saya mengapa saya membeli sebuah kamera mirrorless. Karena lingkungan saya yang lebih banyak di lapangan dan di kantor, jadi ketika sewaktu-waktu saya pergi ke lapangan saya engga perlu repot-repot bawa DSLR yang super ribet dan menurut saya ga eye-catching juga sih kalau di bawa ke lapangan. Takutnya tukang dan mandor yang ada di lapangan nanya "emang mau buka studio foto pak?" oke. Studio foto.

"Kalau takut ribet kenapa ga bawa kamera pocket aja yang lebih simpel dan kecil?" Katamu.
"Nganu mbak..." 

Bukan karena sombong atau apa ya, kamera mirrorless itu menurut saya dan mayoritas orang-orang di luar sana, sudah bilang kalau kualitas dari jepretan mirrorless itu hampir mendekati DSLR. Jadi, daripada saya beli kamera pocket yang kalau di zoom-in dikit langsung ngeblur, kenapa saya ga beli yang gedean dikit tapi kualitasnya oke juga. Iya kan?

Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
Tampak sony a5100 dari beberapa sudut
Kamera ini cukup mungil, tapi jangan sekali-kali dikantongin, karena emang ga bakal muat buat dikantongin. Kecuali ukuran celana kamu seukuran sama celananya Yao Ming. Kamera ini juga enteng banget dan genggam-able. Jadi, buat kamu yang gaada gandengan dan gaada tangan yang digenggam mending beli kamera ini deh, biar ada yang nempel di telapak tangan kamu.

Sebetulnya ada beberapa kamera Mirrorless produksi dari Sony juga yang saya minati selain Sony a5100 yaitu, Sony a5000 dan Sony a6000. Alasan saya kenapa milih Sony a5100 daripada Sony a5000 adalah karena menurut hasil survey saya melalui website www.versus.com, Sony a5100 lebih unggul daripada Sony a5000. Ya meskipun dari segi kualitas juga akan mempengaruhi harga, tapi oke lah menurut saya untuk tetap dijadikan pilihan utama.

Kemudian, mengapa saya lebih memilih kamera Sony a5100 daripada Sony a6000, bukan karena saya engga mampu beli, tapi karena saya engga suka sama bentukannya. Agak aneh menurut saya. Ya meskipun dari website manapun yang mereview keduanya, dan pilihan mereka jatuh pada Sony a6000, tapi saya punya alasan sendiri untuk tetap milih Sony a5100. 
Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
Kiri Sony a5100 & kanan Sony a6000 via: www.youtube.com
Dari segi fitur dan body, memang lebih keren Sony a6000 sih kalau di lihat dari blog ini, tapi pas dilihat langsung, Sony a6000 ini body-nya lebih gede, ga genggam-able dan banyak tombol, terlebih lagi yang paling engga banget menurut saya di kamera Sony a6000 itu ada mirror box yang sedikit agak nongol kebelakang, jadi itu penyebabnya kenapa saya lebih milih Sony a5100 yang dari tampilan dan performa cukup menunjang untuk keseharian saya di kantor dan di lapangan. 

Anyway, buat yang belum tau apa aja fitur yang ada di dalam Sony a5100 ini antara lain adalah: 24.3 Megapixel camera dengan sensor APS-C, layar sentuh (hanya untuk menentukan titik fokus sebelum membidik) tapi okelah menurut saya, lensanya bisa diganti, layarnya bisa diputar 180 derajat, ada wifi, NFC, dsb.

Sedangkan untuk kekurangannya kalau menurut saya cuma ada satu, yaitu: baterainya cepet abis. Udah itu aja.

Untuk beberapa foto yang udah saya ambil ada di bawah ini, fotonya saya ambil pas lagi istirahat dan pas lagi di lapangan:

Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
Grand opening AEON Mall
Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
Lagi di lapangan
Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
Lagi nongkrong
Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
Saya belom mandi
Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
Temen saya udah mandi
Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
Ini saya engga tau pas lagi mikir apa
Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
Foto terakhir
Di atas adalah bidikan amatir yang baru seminggu pake Sony mirrorless a5100, dan hasilnya gimana menurut kamu? semoga postingan ini bermanfaat buat semua yang lagi bingung milih-milih kamera baru. Buat yang pengin sharing juga bisa kok komen-komen di bawah. C you! 

Pengalaman Kirim Paket Menggunakan JNE YES

Pasti semua orang udah gak asing lagi dengan salah satu jasa ekspedisi terbesar di Indonesia saat ini yakni JNE. Semakin maraknya jual-beli online di Indonesia merupakan salah satu indikasi yang sangat jelas bahwa perusahaan-perusahaan ekspedisi yang makin menjamur di Indonesia harus memberikan pelayanan terbaiknya bagi para customer agar dapat tetap mendapatkan kepercayaan dan kepuasan. Segala upaya telah dilakukan oleh setiap perusahaan ekspedisi ini termasuk JNE yang juga memberikan salah satu pelayanan yang cukup menarik perhatian saya yakni Paket YES / JNE YES (Yakin Esok Sampai).
Pengalaman Kirim Paket Menggunakan JNE YES
via: www.jnetracking.com
Dari yang saya kutip dari website JNE telah diutarakan bahwa; JNE YES adalah layanan pengiriman premium dengan target kiriman sampai di tujuan pada keesokan harinya termasuk pada hari Minggu dan libur nasional. Layanan YES memberikan jaminan biaya kirim kembali apabila kiriman tidak diterima pada keesokan harinya melewati pukul 23:59.

Kebetulan pas banget dengan adanya layanan ini, saya udah menemukan secercah harapan untuk mengirim kamera yang telah saya beli di Surabaya, untuk dikirimkan ke tempat tinggal saya di Jakarta Timur. Awalnya sempet ragu sih, tapi bismillah semoga sesuai dengan harapan saya. Barang yang saya kirim adalah kamera mirrorless sony a5100. Saya mengirim kamera tersebut ke Jakarta di hari Jum'at selepas sholat Jum'at, tepatnya pukul 12:30 WIB. 
Pengalaman Kirim Paket Menggunakan JNE YES
Barang yang sudah dipacking sama Ayah saya 
FYI, sebenarnya untuk barang yang harganya diatas 2 juta, bisa minta packing kayu sama mbak/mas yang ada di kantor cabang JNE dengan catatan ada biaya tambahan, namun itu semua adalah poin plus buat customer jadi ga perlu repot-repot packing kayu sendiri. Kebetulan ayah saya adalah ayah yang baik seantero jagat raya dan skill-full, jadi meskipun sudah saya dan adek saya kasih tau kalau bisa minta tolong orang JNE buat packing-in kayu, tetap saja sama ayah saya dipackingin kayu sendiri 😄.
Pengalaman Kirim Paket Menggunakan JNE YES
Nomor resi dan detail pengiriman barang
Disini, saya juga menggunakan layanan lain yakni asuransi, karena barang yang dikirim harganya di atas 2 juta, jadi saya disarankan untuk menggunakan asuransi dari JNE. Mungkin mereka juga engga mau ambil risiko, takut sewaktu perjalanan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh pihak JNE maupun dari customer sendiri. Total biaya kirim dari Pasuruan adalah kurang lebih Rp. 73,000 yang sudah termasuk biaya kirim dengan menggunakan layanan JNE YES, asuransi, dan administrasi asuransi. Jadi barang hanya tinggal ditunggu keesokan harinya.

Kadang-kadang emang, harapan itu emang suka engga sesuai dengan kenyataan dan janji manis. JNE YES ini salah satu contoh nyatanya. Di awal, JNE menyatakan bahwa dengan menggunakan layanan YES dari JNE, maka penjual dan pembeli tidak akan mengalami keterlambatan dalam pengiriman dan penerimaan barang meskipun pada akhir pekan, hari minggu dan hari libur nasional. Nyatanya, barang yang dikirim pada hari jum'at siang secara harfiah barang sudah harus diterima setidak-tidaknya hari sabtu sore. Namun nyatanya, pada hari sabtu sekalipun saya tidak menemukan kurir JNE yang nongol di depan pintu kantor saya.
Pengalaman Kirim Paket Menggunakan JNE YES
Hasil tracking di website JNE
Oke, mungkin bagi sebagian orang "halah, cuma telat 2 hari aja" tapi bagi saya bukan karena terlambat 2 harinya, tapi saya udah percaya penuh dengan JNE YES dan saya sampai bela-belain masuk kantor hari sabtu, sengaja saya menggunakan alamat kantor karena saya pikir JNE YES akan mengantarkan barang saya di hari sabtu, yang mana pada hari sabtu itu saya masih masuk kerja hingga jam 12 siang. Daripada saya pakai alamat rumah dan takut orang rumah pada keluar, jadi saya putuskan untuk menggunakan alamat kantor. Di hari sabtu saya nungguin mas-mas kurir dateng sampai jam 00:00 pagi. Pun begitu pula esok harinya, saya di hari minggu juga masuk kantor, nungguin mas-mas kurir lagi sampai jam 23:00 malem. Dan benar sesuai dengan dugaan saya ketika barang tak kunjung sampai, mungkin paket akan diantar ke kantor saya ketika hari senin.

Dalam gambar tersebut, sudah jelas kalau barang saya memang sudah sampai jakarta di hari sabtu dan sedang dalam proses pengantaran oleh kurir menuju alamat penerima (22-07-2017 pukul 14:57). Secara logika, andaikan barang sudah di Jakarta Pusat dan alamat saya di Jakarta Timur seengga-engganya barang sudah saya terima selepas maghrib/isya. Tapi mau dikata apa, JNE cuma ngasih janji palsu ke saya.
Pengalaman Kirim Paket Menggunakan JNE YES
Barang sampai di kantor
Pengalaman Kirim Paket Menggunakan JNE YES
Isi dari kotak yang harusnya dateng hari sabtu
Ya, saya membeli kamera mirrorless Sony a5100. Untuk pengalaman pemakaian Sony a5100 akan saya tulis juga di blog ini yaa.  

Top