Tips Memilih Rumah Idaman di Kawasan Perkotaan

Memiliki rumah idaman dengan kualitas yang benar-benar nyaman bagi keluarga bukan perkara mudah. Terlebih saat ini udah banyak banget Developer di Indonesia yang hampir setiap bulan kerap kali saya temui di pusat-pusat perbelanjaan untuk mempromosikan hunian-hunian yang mereka tawarkan kepada calon konsumen. Bagi yang punya banyak uang tentu bukan perkara sulit untuk membeli dan menjualnya lagi namun, bagi pemuda-pemudi (millenials) yang sedang memulai dan meniti karir di Kota, hal ini merupakan hal yang cukup membuat beberapa orang bingung bagaimana caranya memiliki rumah yang nyaman untuk ditinggali seterusnya, kriterianya bagaimana, dan tips memilih rumah idaman di kawasan perkotaan itu seperti apa.
Tips Memilih Rumah Idaman di Kawasan Perkotaan
Hasil Render Sketchup karya Ryan - via: www.facebook.com/rian.chandrawirata
Rumah idaman tidak memiliki definisi pasti karena setiap orang punya pengertian yang berbeda-beda untuk hal tersebut, tapi secara umum rumah idaman dapat diartikan sebagai rumah yang aman dan nyaman baik dari segi fisik maupun lingkungan di sekitarnya. Kalau dibaca sepintas kayaknya susah banget dapetin rumah yang seperti itu, terlebih lagi di kawasan perkotaan yang rasanya tempat tinggal paling idaman adalah di kawasan cluster, real estate atau apalah itu yang harganya bermilyar-milyar rupiah. Nah, sedangkan para amatir yang datang dan baru saja kerja beberapa tahun di kota pasti cuma punya duit sedikit, dan kalau sudah terkotak-kotak seperti itu apakah para amatir seperti saya ini tidak bisa punya rumah idaman di kota?

Yuk! Kita ulas lebih dalam lagi....

Banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk memilih rumah idaman di kawasan perkotaan versi saya, diantaranya adalah:
  • Rumah tersebut memiliki lokasi yang strategis - Setiap orang pasti pengin banget punya hunian yang dekat dengan tempat-tempat yang menunjang aktivitas sehari-hari seperti pasar, tempat ibadah, sekolah, dan kantor. Engga banget kan kalau udah rumahnya bagus, nyaman tapi buat ke pasar aja harus naik angkot dan oper beberapa kali. Hih.
  • Rumah harus aman - Maksud dari kata-kata aman disini bukan berarti kamu harus nyewa sniper buat ngintai tempat kamu tinggal, kali-kali aja ada orang yang mau jahatin. Engga, ga harus seperti itu. Berlebihan. Rumah yang aman itu seenggaknya adalah rumah yang berada di lokasi atau kawasan yang struktur organisasinya jelas dan bergerak; contoh: setiap RT punya pos kamling/pos jaga yang memang setiap (setidaknya malam hari) pos tersebut difungsikan untuk berjaga-jaga. 
Tips Memilih Rumah Idaman di Kawasan Perkotaan
Desain pos jaga karya Sigit Wijiono - www.sigitwijionoarchitects.blogspot.com
  • Rumah harus hijau - Siapa sih yang ga pengin rumah yang adem luar-dalem? kalau emang lingkungannya ga mendukung penghijauan, seenggaknya rumah sendiri yang diademin. Bisa banget kok bikin taman-taman kecil yang didepannya cuma ada satu pohon tetapi setidaknya pohon yang ditanam di depan rumah tersebut rindang. Ga perlu gede dan tinggi menjulang, yang penting rindang. Pohon yang rindang tapi ga gede itu ada beberapa misalnya: pohon jambu air/pohon belimbing yang lebih cocok ditanam di depan rumah daripada pohon randu.
  • Rumah ga perlu berlantai-lantai, 1 lantai saja cukup yang penting jarak antara level lantai dan level ceiling (langit-langit) cukup tinggi. bisa 3.7 meter - 4 meter. Hal ini penting banget teman-teman apalagi yang berniat memang ingin mempunyai hunian di perkotaan, adanya jarak yang tinggi dari level lantai ke langit-langit ini lebih memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik daripada rumah yang sampai 3 lantai tapi jarak antara muka lantai terhadap langit-langit hanya 2.7 meter atau kebawah. Sirkulasi udara yang baik, akan membuat ruangan terasa lebih dingin.
Tips Memilih Rumah Idaman di Kawasan Perkotaan
via: www.3docean.net
  • Rumah yang nyaman menurut saya adalah rumah yang letaknya tidak bersinggungan langsung dengan jalan raya atau jalan lokal namun besar yang notabene bukan merupakan jalan raya namun seringkali dilalui oleh para pengemudi truk, mobil dan pengendara sepeda motor. 
  • Rumah yang nyaman memiliki lingkungan yang bersih. Di sini saya memposisikan diri saya sebagai orang dari desa yang datang ke kota besar, dan saya seringkali melihat perkampungan atau perumahan yang lingkungannya kurang sehat. Selokannya macet, banyak kecoa di jalanan, banyak tikus juga. 
  • Rumah idaman adalah rumah yang tata pencahayaan setiap ruangannya bagus. Selain tata udara, tata cahaya juga merupakan hal yang sangat amat penting, karena rumah yang terang dan setiap ruangannya dapat dengan mudah dijangkau oleh cahaya matahari adalah rumah yang baik. Terlebih lagi di kota-kota besar seperti Jakarta yang memiliki populasi penduduk yang sangat tinggi dan rumah-rumah penduduk saling berdempetan. Hal tersebut harus disiasati dengan jeli oleh sang pemilik rumah apabila ingin rumahnya mendapatkan pencahayaan yang bagus dari matahari.
Kembali ke pengertian di awal tadi bahwa rumah idaman tidak memiliki definisi pasti karena setiap orang mempunyai karakteristik dan pengertiannya masing-masing. Namun dari saya pribadi, rumah idaman adalah rumah yang memang benar-benar nyaman dan aman dari segala hal. Lupakan ukuran. Rumah idaman bukanlah tentang ukurannya, tapi tentang tata kelola rumah tersebut beserta lingkungannya. 

Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100

Sesuai dengan komitmen saya di postingan saya sebelumnya mengenai paket yang tidak kunjung dikirim oleh pihak JNE akan saya lanjutkan di sini. Kenapa saya ngebet banget pengin paket saya datang di hari sabtu adalah, agar saya dapat mencobanya langsung di hari minggu karena hanya di hari tersebut saya dapat jalan-jalan di Jakarta. Dikarenakan JNE tidak sesuai dengan komitmen mereka, maka dengan terpaksa saya hanya bisa mencoba paket saya ini hanya di sekitaran komplek dan di proyek saja. Paket tersebut isinya adalah kamera mirrorless Sony a5100.
Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
Kardus Sony a5100
Awalnya saya engga tau menau ya soal kamera mirrorless, dan saya termasuk menjadi salah satu anak yang telat gaul karena saya sejak dulu hanya memiliki sebuah kamera DSLR saja di rumah dan itupun kepunyaan kakak saya. Jadi, saya di sini hanya sebagai seorang amatir yang berbagi pengalaman saja tentang pemakaian Sony a5100 saya ini yang sudah saya gunakan hampir seminggu. Jadi kalau ada yang tanya teknis banget, mending kamu cari website lain deh yang lebih detail dalam review ini.

Dari yang saya kutip melalui website kompas, kamera mirrorless adalah kamera "tanpa cermin" atau dapat dijabarkan sebagai kamera DSLR yang dihilangkan bagian pemantul cahayanya (mirrorbox) nya. 
Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
via: www.tekno.kompas.com
Jadi dari keterangan dan gambar yang ada, sudah bisa dilihat perbedaannya. Yap, kalau DSLR lebih gede, kalau mirrorless lebih mini. Hal itulah yang menjadikan salah satu alasan terbesar saya mengapa saya membeli sebuah kamera mirrorless. Karena lingkungan saya yang lebih banyak di lapangan dan di kantor, jadi ketika sewaktu-waktu saya pergi ke lapangan saya engga perlu repot-repot bawa DSLR yang super ribet dan menurut saya ga eye-catching juga sih kalau di bawa ke lapangan. Takutnya tukang dan mandor yang ada di lapangan nanya "emang mau buka studio foto pak?" oke. Studio foto.

"Kalau takut ribet kenapa ga bawa kamera pocket aja yang lebih simpel dan kecil?" Katamu.
"Nganu mbak..." 

Bukan karena sombong atau apa ya, kamera mirrorless itu menurut saya dan mayoritas orang-orang di luar sana, sudah bilang kalau kualitas dari jepretan mirrorless itu hampir mendekati DSLR. Jadi, daripada saya beli kamera pocket yang kalau di zoom-in dikit langsung ngeblur, kenapa saya ga beli yang gedean dikit tapi kualitasnya oke juga. Iya kan?

Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
Tampak sony a5100 dari beberapa sudut
Kamera ini cukup mungil, tapi jangan sekali-kali dikantongin, karena emang ga bakal muat buat dikantongin. Kecuali ukuran celana kamu seukuran sama celananya Yao Ming. Kamera ini juga enteng banget dan genggam-able. Jadi, buat kamu yang gaada gandengan dan gaada tangan yang digenggam mending beli kamera ini deh, biar ada yang nempel di telapak tangan kamu.

Sebetulnya ada beberapa kamera Mirrorless produksi dari Sony juga yang saya minati selain Sony a5100 yaitu, Sony a5000 dan Sony a6000. Alasan saya kenapa milih Sony a5100 daripada Sony a5000 adalah karena menurut hasil survey saya melalui website www.versus.com, Sony a5100 lebih unggul daripada Sony a5000. Ya meskipun dari segi kualitas juga akan mempengaruhi harga, tapi oke lah menurut saya untuk tetap dijadikan pilihan utama.

Kemudian, mengapa saya lebih memilih kamera Sony a5100 daripada Sony a6000, bukan karena saya engga mampu beli, tapi karena saya engga suka sama bentukannya. Agak aneh menurut saya. Ya meskipun dari website manapun yang mereview keduanya, dan pilihan mereka jatuh pada Sony a6000, tapi saya punya alasan sendiri untuk tetap milih Sony a5100. 
Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
Kiri Sony a5100 & kanan Sony a6000 via: www.youtube.com
Dari segi fitur dan body, memang lebih keren Sony a6000 sih kalau di lihat dari blog ini, tapi pas dilihat langsung, Sony a6000 ini body-nya lebih gede, ga genggam-able dan banyak tombol, terlebih lagi yang paling engga banget menurut saya di kamera Sony a6000 itu ada mirror box yang sedikit agak nongol kebelakang, jadi itu penyebabnya kenapa saya lebih milih Sony a5100 yang dari tampilan dan performa cukup menunjang untuk keseharian saya di kantor dan di lapangan. 

Anyway, buat yang belum tau apa aja fitur yang ada di dalam Sony a5100 ini antara lain adalah: 24.3 Megapixel camera dengan sensor APS-C, layar sentuh (hanya untuk menentukan titik fokus sebelum membidik) tapi okelah menurut saya, lensanya bisa diganti, layarnya bisa diputar 180 derajat, ada wifi, NFC, dsb.

Sedangkan untuk kekurangannya kalau menurut saya cuma ada satu, yaitu: baterainya cepet abis. Udah itu aja.

Untuk beberapa foto yang udah saya ambil ada di bawah ini, fotonya saya ambil pas lagi istirahat dan pas lagi di lapangan:

Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
Saya belom mandi
Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
Temen saya udah mandi
Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
Ini saya engga tau pas lagi mikir apa
Pengalaman Menggunakan Kamera Mirrorless Sony a5100
Foto terakhir
Di atas adalah bidikan amatir yang baru seminggu pake Sony mirrorless a5100, dan hasilnya gimana menurut kamu? semoga postingan ini bermanfaat buat semua yang lagi bingung milih-milih kamera baru. Buat yang pengin sharing juga bisa kok komen-komen di bawah. C you! 

Pengalaman Kirim Paket Menggunakan JNE YES

Pasti semua orang udah gak asing lagi dengan salah satu jasa ekspedisi terbesar di Indonesia saat ini yakni JNE. Semakin maraknya jual-beli online di Indonesia merupakan salah satu indikasi yang sangat jelas bahwa perusahaan-perusahaan ekspedisi yang makin menjamur di Indonesia harus memberikan pelayanan terbaiknya bagi para customer agar dapat tetap mendapatkan kepercayaan dan kepuasan. Segala upaya telah dilakukan oleh setiap perusahaan ekspedisi ini termasuk JNE yang juga memberikan salah satu pelayanan yang cukup menarik perhatian saya yakni Paket YES / JNE YES (Yakin Esok Sampai).
Pengalaman Kirim Paket Menggunakan JNE YES
via: www.jnetracking.com
Dari yang saya kutip dari website JNE telah diutarakan bahwa; JNE YES adalah layanan pengiriman premium dengan target kiriman sampai di tujuan pada keesokan harinya termasuk pada hari Minggu dan libur nasional. Layanan YES memberikan jaminan biaya kirim kembali apabila kiriman tidak diterima pada keesokan harinya melewati pukul 23:59.

Kebetulan pas banget dengan adanya layanan ini, saya udah menemukan secercah harapan untuk mengirim kamera yang telah saya beli di Surabaya, untuk dikirimkan ke tempat tinggal saya di Jakarta Timur. Awalnya sempet ragu sih, tapi bismillah semoga sesuai dengan harapan saya. Barang yang saya kirim adalah kamera mirrorless sony a5100. Saya mengirim kamera tersebut ke Jakarta di hari Jum'at selepas sholat Jum'at, tepatnya pukul 12:30 WIB. 
Pengalaman Kirim Paket Menggunakan JNE YES
Barang yang sudah dipacking sama Ayah saya 
FYI, sebenarnya untuk barang yang harganya diatas 2 juta, bisa minta packing kayu sama mbak/mas yang ada di kantor cabang JNE dengan catatan ada biaya tambahan, namun itu semua adalah poin plus buat customer jadi ga perlu repot-repot packing kayu sendiri. Kebetulan ayah saya adalah ayah yang baik seantero jagat raya dan skill-full, jadi meskipun sudah saya dan adek saya kasih tau kalau bisa minta tolong orang JNE buat packing-in kayu, tetap saja sama ayah saya dipackingin kayu sendiri 😄.
Pengalaman Kirim Paket Menggunakan JNE YES
Nomor resi dan detail pengiriman barang
Disini, saya juga menggunakan layanan lain yakni asuransi, karena barang yang dikirim harganya di atas 2 juta, jadi saya disarankan untuk menggunakan asuransi dari JNE. Mungkin mereka juga engga mau ambil risiko, takut sewaktu perjalanan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh pihak JNE maupun dari customer sendiri. Total biaya kirim dari Pasuruan adalah kurang lebih Rp. 73,000 yang sudah termasuk biaya kirim dengan menggunakan layanan JNE YES, asuransi, dan administrasi asuransi. Jadi barang hanya tinggal ditunggu keesokan harinya.

Kadang-kadang emang, harapan itu emang suka engga sesuai dengan kenyataan dan janji manis. JNE YES ini salah satu contoh nyatanya. Di awal, JNE menyatakan bahwa dengan menggunakan layanan YES dari JNE, maka penjual dan pembeli tidak akan mengalami keterlambatan dalam pengiriman dan penerimaan barang meskipun pada akhir pekan, hari minggu dan hari libur nasional. Nyatanya, barang yang dikirim pada hari jum'at siang secara harfiah barang sudah harus diterima setidak-tidaknya hari sabtu sore. Namun nyatanya, pada hari sabtu sekalipun saya tidak menemukan kurir JNE yang nongol di depan pintu kantor saya.
Pengalaman Kirim Paket Menggunakan JNE YES
Hasil tracking di website JNE
Oke, mungkin bagi sebagian orang "halah, cuma telat 2 hari aja" tapi bagi saya bukan karena terlambat 2 harinya, tapi saya udah percaya penuh dengan JNE YES dan saya sampai bela-belain masuk kantor hari sabtu, sengaja saya menggunakan alamat kantor karena saya pikir JNE YES akan mengantarkan barang saya di hari sabtu, yang mana pada hari sabtu itu saya masih masuk kerja hingga jam 12 siang. Daripada saya pakai alamat rumah dan takut orang rumah pada keluar, jadi saya putuskan untuk menggunakan alamat kantor. Di hari sabtu saya nungguin mas-mas kurir dateng sampai jam 00:00 pagi. Pun begitu pula esok harinya, saya di hari minggu juga masuk kantor, nungguin mas-mas kurir lagi sampai jam 23:00 malem. Dan benar sesuai dengan dugaan saya ketika barang tak kunjung sampai, mungkin paket akan diantar ke kantor saya ketika hari senin.

Dalam gambar tersebut, sudah jelas kalau barang saya memang sudah sampai jakarta di hari sabtu dan sedang dalam proses pengantaran oleh kurir menuju alamat penerima (22-07-2017 pukul 14:57). Secara logika, andaikan barang sudah di Jakarta Pusat dan alamat saya di Jakarta Timur seengga-engganya barang sudah saya terima selepas maghrib/isya. Tapi mau dikata apa, JNE cuma ngasih janji palsu ke saya.
Pengalaman Kirim Paket Menggunakan JNE YES
Barang sampai di kantor
Pengalaman Kirim Paket Menggunakan JNE YES
Isi dari kotak yang harusnya dateng hari sabtu
Ya, saya membeli kamera mirrorless Sony a5100. Untuk pengalaman pemakaian Sony a5100 akan saya tulis juga di blog ini yaa.  

Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus

Sebelum cerita ini saya tulis, saya ucapkan minal aidin wal faidzin sama teman-teman semua, mohon maaf lahir dan bathin. Maafkan saya yang hina dan rapuh ini karena akhir-akhir ini ga nge-update blog karena memang lagi sibuk ngurusin pindahan kantor, ngurusin keperluan mudik, dan ngurusin orang yang udah ga ngurus sama saya lagi 😢.

Kalau bicara soal lebaran, pasti tidak akan terlepas dari istilah mudik. Kegiatan mudik sudah menjadi identitas dan budaya di Indonesia karena memang setiap tahun, baik yang muslim maupun non-muslim akan merasakan libur lebaran, dan mayoritas warga negara ini, akan memanfaatkannya untuk berlibur ke rumah sanak saudara yang mungkin dalam satu tahun lamanya sudah tidak bertemu.
Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
via: www.kapanlagi.com
Bagi saya sendiri, mudik kali ini sangat berbeda dari mudik-mudik saya pada tahun sebelumnya karena, pada tahun-tahun sebelumnya status saya masih Mahasiswa, namun pada tahun ini saya sudah bekerja. Jadi dulu setiap hari lebaran tiba saya sudah ada di rumah dan pergi bersama-sama keluarga mengunjungi rumah nenek-kakek yang ada di luar kota. Namun untuk tahun ini saya harus pulang ke rumah dulu untuk bertemu dengan keluarga saya baru setelah itu saya dan keluarga mengunjungi rumah kakek-nenek saya.

Setiap kali saya cuti dan pulang ke rumah, saya biasa menggunakan pesawat atau kereta api sebagai pengantar saya untuk sampai di rumah. Namun untuk momen lebaran kali ini selain karena harga tiket pesawat yang melonjak 3x lipat dari harga biasanya dan tiket kereta api yang sangat sulit untuk didapatkan, saya ingin mendapatkan pengalaman yang berbeda tetapi realistis untuk dilaksanakan. Jadi saya memutuskan untuk menggunakan bus sebagai tunggangan saya untuk mudik di lebaran tahun 2017 ini.

Sekitar umur 20-an tahun menurut saya sendiri adalah saat-saat yang paling pas bagi setiap orang untuk mendapatkan segala sesuatu yang berbeda dari  kebiasaan-kebiasaan yang kerap kali dilakukan. Yang biasa naik motor ke tempat kerja bisa sesekali naik KRL, yang biasa makan siang di restoran bisa cobain makan di pinggir jalan, yang biasa nyakitin, please jangan terus-terusan. Please...

Meskipun banyak dari rekan kerja saya asli produk jawa timur yang notabene satu arah dengan perjalanan mudik saya, namun tetap saja saya akan melakukan perjalanan dari Jakarta ini seorang diri. Huh.

Seperti biasa, sebelum saya melakukan perjalanan. Saya selalu menyempatkan waktu untuk mengecek seberapa jauh jarak yang akan saya tempuh dan berapa lama waktu yang akan dibutuhkan untuk perjalanan ini dari google map. Dari data yang saya dapatkan, jarak yang akan saya tempuh adalah 813 km dan untuk waktu perjalanannya adalah kurang lebih selama 14 jam. Ini agak lucu sih, karena biasanya kalau saya menggunakan kereta api itu memakan waktu 16 jam. Hehe. Tapi, here we go!
Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
via: www.map.google.com
Sebelum saya mudik, saya sudah membeli tiket bus jauh hari di agen PO Pahala Kencana. Sebetulnya ada cara lain yang disenangi para jomblo kuper yang engga mau ribet dan dapat digunakan untuk melakukan pemesanan tiket yakni dengan cara pesan tiket via website pahala kencana yakni: www.pahalakencana.co.id. Meskipun begitu, saya lebih memilih mendatangi agen langsung karena beberapa alasan :

1. Karena saya penasaran dan ingin jalan jalan ke terminal Pulogebang yang notabene adalah titik awal keberangkatan bus terdekat dari kantor saya yang kebetulan di sana juga terdapat agen dari Pahala kencana. Jadi, jalan jalan sekalian pesan tiket.
2. Karena saya belum pernah ke terminal Pulogebang. Daripada saya saat hari H keberangkatan nyasar di terminal yang punya 3 lantai ini dan berujung gagal mudik karena telat masuk bus, lebih baik saya cek lokasi terlebih dahulu demi mudik yang adem dan jauh dari ke-gopoh-gopohan yang menyebalkan.
Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Berburu tiket jauh hari di PO Pahala Kencana di dalam terminal Pulogebang

Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Hasil berburu tiket di terminal Pulogebang
FYI, Tiket bus yang saya naiki ini harganya Rp. 595.000. Namun saya juga kurang tahu apakah harga tersebut adalah harga pada saat mudik lebaran saja ataukah harga tersebut adalah harga yang juga berlaku pada saat hari biasa.

Saya melakukan perjalanan ini di tanggal 22 Juni 2017, H-3 lebaran. Saya memilih tanggal tersebut karena terpaksa dan karena sudah menjadi aturan Perusahaan. Kalau saja bos mengijinkan saya untuk mudik 2 minggu lebih awal pastilah saya sudah balik ke kampung lebih cepat dan pastilah saya tidak akan pernah kembali ke kantor karena saya udah dipecat.

Bus yang akan saya naiki dijadwalkan akan berangkat pada pukul 14:00 WIB. Jadi sudah bisa ditebak, sebelum saya mudik saya harus ngantor dulu sampai pukul 12:00 WIB. Meskipun jarak dari kantor ke terminal Pulogebang tidak jauh; kurang lebih 5 km, namun saat bekerja pikiran saya sudah kemana-mana. Bagaimana tidak, di hari H mudik lebaran saya harus kerja paruh waktu dan kemudian harus meluncur ke lokasi dengan rentang waktu 2 jam. Untuk yang tinggal di daerah 2 jam adalah waktu yang panjang, tetapi kalau sudah di Jakarta macet itu mirip kamu; suka mendadak ada dan suka ngilang tiba-tiba.

Setelah pekerjaan saya selesai, saya bersiap-siap dari kantor langsung menuju ke Terminal Pulogebang. Dari dalam kantor saya langsung order Grab bike dengan perasaan gopoh dan sedikit cemas tentang keadaan jalan raya di luar sana. Namun perasaan cemas saya sedikit reda ketika ban motor sudah masuk jalan raya karena jalanan Jakarta saat ini sudah dapat dikategorikan sebagai jalanan-yang-sangat-sepi. Saking sepinya, kalau mau bapak-bapak driver ini bisa saya suruh untuk standing motor ala Marc Marcuez sampai drop off area dalam Terminal. 

Sesampainya di Terminal saya jadi pengangguran dadakan karena tebakan yang hampir 100% meleset. Jadwal keberangkatan pukul 14:00 saya sudah sampai di Terminal jam 12:20. Hih. Mau tidak mau saya harus cari kegiatan. Sembari menunggu bus saya tiba, saya habiskan waktu yang ada untuk berkeliling di Terminal ini dan melihat-lihat pemandangan sekitar yang dipenuhi oleh manusia, bus, dan wartawan.
Entrance Terminal Pulogebang yang tampak sepi

Pemandangan dari sudut pojok pintu 7 Terminal

Selain dipenuhi oleh bus AKAP, Terminal ini juga dipadati oleh jurnalis
Tepat pukul 13:30 bus yang saya tunggu-tunggu tiba juga, saya pikir bus yang saya naiki ini akan berangkat sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan yakni pukul 14:00. Namun kenyataan kerap kali tidak sesuai dengan rencana. Ada saja yang menghambat jadwal keberangkatan, salah satu penyebabnya adalah seorang penumpang yang tidak kunjung naik ke dalam bus. Karena hanya tinggal satu orang saja yang belum masuk ke dalam bus, dengan terpaksa koordinator harus bekerja lebih keras lagi untuk menemukan 1 penumpang yang kemungkin juga kebingungan di dalam terminal 3 lantai ini. Jadi intinya bus tidak akan berangkat sebelum orang tersebut ditemukan.

Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 14:30 penumpang yang telah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Setelah penumpang tersebut duduk tenang di kursinya barulah bus berangkat menuju pemberhentian awal yakni Cirebon. Jarak dari Jakarta-Cirebon cukup jauh ditambah lagi saat itu semua penumpang dalam kondisi puasa dan saya hanya bermodalkan 1 botol teh saja ditambah 1 kaleng permen fox. Pada saat adzan maghrib berkumandang yang lain minum dan makan, sedangkan saya hanya minum 1 teh botol dan beberapa permen saja. Krai.
Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Pahala Kencana sesaat setelah keluar dari terminal

Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Jalanan Jakarta yang tampak lengang cenderung sepi
Entah kenapa ketika balik kampung kali ini saya jauh lebih enjoy naik bus daripada naik pesawat dan kereta api. Kursi yang nyaman, bus yang tenang, suhu AC yang pas, dan yang paling penting ini adalah pengalaman pertama saya naik bus antar kota antar provinsi. Jomblo solo lagi. 

Waktu sudah menunjukkan pukul 20:40 WIB, bus sudah menunjukkan gelagat-gelagat bahwa pemberhentian awal sudah dekat. Tidak lama kemudian, benar saja kami sudah sampai di Cirebon. Saya dan rombongan satu bus langsung turun dan berbuka puasa.
Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Bus yang saya naiki nampaknya masih gagah sejauh ini

Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Makan sendiri di pojokan. Mental individualis.
Makan pertama ini dan meals yang nantinya akan didapatkan sudah termasuk dalam paket dari harga tiket. Jadi ga usah ngasih duit lagi ke kasir. Cukup hanya dengan menunjukkan tiket bus yang terdapat barcode saja. Rumah makan yang berada di Cirebon ini menurut saya sudah cukup dan sangat memenuhi standar dan layak disebut sebagai rumah makan karena tempatnya yang luas dan bersih. Selain itu rumah makan ini juga menerapkan sistem ala restoran jepang yakni all you can eat yang pro rakyat dan sangat menjunjung tinggi kearifan lokal (baca: prasmanan). Tapi kalau masih laper jangan minta nambah ya. Malu-maluin.

Setelah makan malam, bus lanjut menggeber mesinnya kembali untuk menuju pemberhentian selanjutnya. Jalan tol yang agak padat kali ini mewarnai perjalanan saya. Usut punya usut, saya sama sekali belum punya pandangan tentang tempat yang akan saya singgahi bersama dengan rombongan selanjutnya. Saya kemudian terlelap jauh ke dalam mimpi. 

Saya tidur cukup lama namun tiba-tiba bus yang saya tumpangi sedikit goyang kanan-kiri, terbangunlah saya dari tidur saya. Tidak lama kemudian terdengar suara dari kondektur bus yang berteriak dengan nada tidak terlalu tinggi; Sahur Bapak dan Ibu-Ibu, Gringsing-Gringsing. Katanya. Saya makin bingung, dan saya tanya Bapak-bapak yang duduk di sebelah saya yang nampaknya dari titik pemberhentian pertama tadi tidak tidur. 

Sekarang sudah sampai mana ya Pak?
Gringsing, Mas.. Katanya.

Generasi millenials yang kuper dan minim wawasan geografi sudah dapat terlihat dari sini, kemudian saya turun dari bus dan melihat jam tangan saya; waktu sudah menunjukkan pukul 02:00 pagi. Memang sudah saatnya untuk sahur, gumam saya. 

Celingukan di depan, saya tidak melihat ada yang menjual nasi di terminal ini, dan memang tidak ada satupun orang di tempat ini yang makan nasi. Saya hanya melihat hanya beberapa kios saja yang buka dan mereka-pun hanya menjual snack dan mie seduh. Daripada perut saya kosong, saya mengisi perut saya dengan mie dan snack yang saya beli.
Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Kios sempat sepi karena pengunjung pada jaim karena cuma ada mie seduh

Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Nampak seperti balai desa yang beralih fungsi sebagai tempat makan

Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Mie godok Gringsing lauk french fries 2000
Perjalanan dilanjutkan kembali, pak supir dengan jalannya dan saya juga melanjutkan perjalanan pribadi saya di alam mimpi pribadi. Kita jalan sendiri-sendiri aja dulu ya Pak supir. Lah baper.

Saking nyamannya tidur di dalam bus, tidak terasa ketika saya membuka mata, matahari masih belum muncul juga. Dih. Saya melihat jam, waktu ternyata masih menunjukkan pukul 04:40 WIB. Sekali mata ini terbuka, susah untuk menutupnya kembali. Kecuali ada asupan gizi yang masuk ke dalam perut seperti mie godok Gringsing dan lauk french fries 2000 tadi. Kini giliran saya yang terjaga, Bapak-bapak sebelah saya giliran terlelap, mungkin dia udah ga kuat menahan kantuk. Tidak terasa bus sudah memasuki kota Kretek! yap Kudus. Meskipun dijuluki kota kretek, yang doyannya cuma filter doang engga haram kok masuk ke kota ini.

Kota Kudus ini menurut saya kotanya asri banget, suasananya mirip kota Blitar. Bener-bener mirip. Mengambil sampel dari Kota Blitar, Kota seperti Kudus ini sepertinya juga sangat cocok kalau dibuat aktivitas yang anak muda banget bagi yang solo ataupun dengan pacar seperti; jogging, bersepeda, lari sore atau hanya sekedar jalan-jalan santai. Yang penting jangan sampai gagal move-on kalau udah putus, terus kamu lewat kota ini. Tapi kebanyakan gagalnya sih. Sendu.

Selama perjalanan ini, saya amat sangat menikmati laju bus entah dalam kondisi macet atau jalanan sedang lengang tetap saja saya sudah jatuh cinta dengan perjalanan ini. Salah satu alasan yang bisa membuat saya sangat senang adalah saya bisa menjadi diri saya sendiri tanpa bergantung dengan orang-orang yang saya kenal. Malah saya jauh lebih takut kalau jalan-jalan muter Jakarta sendirian daripada pulang ke kampung halaman sendirian. Entah kenapa.

Pukul 8 pagi bus sudah memasuki Kota Tuban, yap ini adalah kota yang belum pernah saya kunjungi juga. Perjalanan ini selalu membuat saya takjub karena banyak sekali kota-kota yang belum pernah saya kunjungi bahkan lewati sebelumnya. Memasuki Kota Tuban, jalur bus amat sangat dekat dengan laut. Jadi engga perlu diragukan lagi pemandangan yang saya dapatkan di sana.
Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Fotonya saya ambil dari dalam bus, tapi maaf agak noise soalnya pake kamera hape
Kemudian perjalanan dilanjutkan kembali sampai menuju next stop yang engga jauh lagi kata kondektur busnya. Sama seperti sebelumnya berhentinya ya di tempat makan. Meskipun lagi bulan ramdhan, banyak juga yang engga puasa ketika sampai di sebuah rumah makan di Tuban. Jadi, buat kamu yang cupu dan lemah, mudik ketika siang bolong dan lagi puasa, kamu bisa ikutan makan di sini.
Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Tempatnya luas, sayangnya di hati kamu udah engga ada ruang

Pengalaman Mudik 2017 Jakarta-Malang dengan Menggunakan Bus
Tipikal bulan ramdhan, rumah makan tampak sepi dari luarnya saja. 
Setelah pemberhentian ini, sudah tidak ada lagi pemberhentian lainnya kecuali pemberhentian akhir di Terminal Arjosari, Malang. Buat yang tujuannya ke Surabaya, tapi sudah terlanjur naik bus dengan tujuan ke Malang, kemungkinan besar akan diturunkan di Gresik dan dioper ke bus Pahala Kencana lain yang tujuannya langsung ke Surabaya. Bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) yang tujuannya ke Kota Malang, bus akan mengambil jalur Tol langsung menuju ke Gresik, jadi engga lewat Surabaya.

Pukul  12:00 WIB, pas momen-momen orang lagi pada sholat Jum'at saya masih di dalam bus, namun sudah sampai gerbang tol exit Pandaan. Pukul 13:00 saya sudah sampai di rumah.

Buat yang belum pernah naik bus jarak jauh (AKAP) bisa banget dicoba, itung itung nambah pengalaman, biar engga kelihatan idiot kalau keluar kota 😐. Sudah itu saja yang bisa saya bagikan di postingan ini, semoga bermanfaat dan bisa dijadikan referensi kalau pengin naik bus ke Jakarta dari Malang atau sebaliknya.

Penyebab Stress Kerja dan Cara Mengatasinya

Penyebab Stress Kerja dan Cara Mengatasinya - Dari sekian banyak orang di Indonesia bahkan di Dunia, saya cukup yakin dengan mengambil kesimpulan bulat bahwa setiap orang pasti pernah ngerasain yang namanya stress karena pekerjaan. Baik tua maupun muda, senior maupun yang junior pasti atau seenggaknya sekali seumur hidup pernah mengalami stress karena pekerjaan dengan berbagai alasan. Saya berani beranggapan demikian karena bagi saya stress itu tidak memandang jenis pekerjaan. Mau tipe kerjaan kamu yang memang pada dasarnya sesibuk atau bahkan sesantai apapun, pasti pernah lah ngerasain yang namanya stress. Yang sibuk bisa terserang stress karena kerjaan banyak, yang santai bisa terserang stress karena kerjaannya terlalu santai. Kan serba salah juga ya. 

Penyebab Stress Kerja dan Cara Mengatasinya
via: www.eventosperfeitos.com.br
Bagi saya sendiri dengan menyandang status sebagai seorang junior di kantor, pun saya juga sudah kerap kali dibuat stress oleh pekerjaan saya. Penyebab pekerjaan yang membuat saya stress tersebut bermula dari schedule yang ketat, target kerjaan yang menggunung (over load), tim kerja yang kurang mendukung sampai dengan Bos yang sesekali kasih pressure tinggi. Tuntutan pekerjaan memang yang membuat semuanya berujung seperti ini, ada up and down-nya, dan mana mungkin up terus. Namun pemikiran saya tersebut dibuat bingung ketika saya menemukan bacaan di blog orang lain yang mengutarakan pendapatnya tentang pekerjaan yang sesuai dengan passion bakalan bikin kerja jauh dari stress. Oke. Jauh dari stress. Berikut saya jabarkan penyebab stress pada pekerjaan saya dan mungkin orang lain juga pernah mengalami hal tersebut dengan penyebab yang kurang lebih sama.

1. Schedule Pekerjaan yang Ketat
Engga cuma baju sama celana yang kamu buat hangout ke mall aja yang ketat, tapi schedule pekerjaan di banyak perusahaan memang mengharuskan staffnya agar segera menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat karena jadwal untuk item pekerjaan berikutnya sudah menunggu di depan mata.
Penyebab Stress Kerja dan Cara Mengatasinya
via: image.freepik.com
Tiap hari kerjaannya bolak-balikin kalender, berharap schedule masih terpantau aman dan hidup di kantor terasa nyaman. Kalau sudah mepet deadline, hari minggu rasa senin, jam 9 malem rasa jam 7 pagi. Belum lagi kalau schedule buat kerjaan ini belum selesai dateng lagi  kerjaan lain, kerjaan lain belum selesai eh tiba-tiba dateng lagi permintaan dari bos buat ngerjain yang lebih baru dan lebih urgent katanya. Hal-hal tersebut pasti pernah dialami oleh hampir semua orang yang kerja di kantor. Meskipun demikian, namun tidak lantas hal tersebut membuat orang yang sudah senior akan menjadi terbiasa dengan pola kerja yang demikian, bisa saja mereka mampu untuk membalikkan stress karena sudah terbiasa dan bisa saja mereka malah makin stress karena sudah keseringan digempur habis-habisan oleh schedule.

2. Target Kerja yang Menggunung (Overload)
Ini juga nyebelin banget sih, masalah ini bukan melulu dan pasti hanya disebabkan oleh person in charge (orang yang sedang meng-handle kerjaan yang bersangkutan) saja, bisa jadi masalah ini malah disebabkan oleh atasan kita sendiri. Contoh: pernah kejadian di kantor, di schedule jelas tertulis saya pada hari senin diharuskan untuk mengerjakan line marking parkiran mobil lantai 2 dengan rentang waktu 1 minggu. Akan tetapi, bos saya mendapatkan instruksi dari manager divisi (atasannya lagi) untuk menyuruh saya mengerjakan parkian mobil lantai 2 mezzanine dengan rentang waktu yang sama. Karena sebelum deadline semua sudah saya kerjakan, kemudian malah saya dapati dari bos saya meminta kerjaan yang dulu-dulu direvisi, dan ditambah lagi kerjaan-kerjaan baru juga harus dikelarin dengan schedule yang sudah tertulis! Nyebelin banget kan?
Penyebab Stress Kerja dan Cara Mengatasinya
via: www.activia.co.uk
Kalau sudah begini yang jadi korban itu staff. Penginnya kerjaan dikelarin lebih cepet biar dapat kelonggaran waktu di belakang, eh malah kerjaan ditambahin terus. Bukan malah kelar, tapi kerjaan makin menumpuk. Duh.

3. Tim Kerja yang Kurang Solid
Tim kerja yang solid itu penting banget teman-teman. Karena dibalik suksesnya kerjaan suatu divisi di kantor, terdapat tim yang solid. Tim kerja yang kurang solid itu disebabkan banyak hal, tetapi yang paling parah adalah tim yang kurang solid karena disebabkan oleh orang-orang yang didalamnya punya sifat kaku dan sensitif. Kebayang banget kan kalau punya rekan satu divisi yang baperan dan punya emosi diri yang gak stabil? diajak bercanda susah, diajak sedih susah, Hal-hal sederhana seperti itu sebenernya memiliki impact yang sangat besar terhadap internal team power loh. Malah bos saya sendiri pernah bilang "kalau dasar dari anaknya bisa diajak berteman, pasti kerjaan bisa lancar. Skill itu nomor dua karena bisa jalan sambil belajar. Kalau watak seseorang itu udah gak bisa digeser sedikitpun".
Penyebab Stress Kerja dan Cara Mengatasinya
via: www.images.all-free-download.com
Suasana kerja yang nyaman itu nomor satu banget, diimbangi dengan rekan kerja yang saling mendukung dan suasana kerja yang santai akan tercipta dengan sendirinya. Karena produktif bukan hanya bisa dicapai dengan suasana yang kondusif dan monoton. Jadi kalau udah dapet tim yang solid, jangan sampai disia-siain deh!

4. Under Pressure
Under pressure ini kalau dikomparasi level keburukan momennya, mungkin setara dengan ditinggalin pacar tiba-tiba. Pedih banget. Terlebih buat newcomer/orang-orang baru di kantor yang peluang mendapatkan tekanan dari atasan biasanya jauh lebih besar daripada orang-orang lama yang sudah bekerja di kantor tersebut. Hal tersebut bisa saya simpulkan karena biasanya bos ingin melihat seberapa tangguh karakter pribadi orang tersebut. Apabila sudah lembek diawal, maka akan dididik agar karakter dirinya menjadi pribadi yang tangguh dalam pekerjaan.
Penyebab Stress Kerja dan Cara Mengatasinya
via: www.mitsloan.mit.edu
Setiap atasan punya caranya masing-masing dalam mendidik mentalitas para staffnya. Beda bos, beda cara. Kalau bos saya sendiri caranya biasanya dengan teriak-teriak di dalem kantor, biasanya juga dengan menggunakan kalimat-kalimat sadis (contoh pengalaman saya dikatain bos, bisa di lihat di postingan saya ini: Mau masuk Jurusan Teknik Sipil tapi Basic kamu jauh berbeda?), bisa juga dengan hal-hal aneh yang tidak terduga di luar kantor.

Saya juga punya pengalaman lucu, tepatnya bukan saya yang mengalami tetapi teman saya dan saya yang menjadi saksi akan hal tersebut. Ketika ulang tahun, divisi saya ini punya kultur harus mentraktir makan siang semua rekan satu divisi. Kebetulan pada hari itu ada dua anak yang sedang berulang tahun, umurnya masih dibawah 20 tahun. Mungkin karena biasanya hanya satu anak yang berulang tahun, bos saya ini sedikit "gatal" kalau duit mereka hanya keluar sedikit untuk mentraktir makan siang orang-orang karena uang untuk membayar makan adalah hasil patungan dari kedua anak tersebut.

Tidak tinggal diam, setelah jam makan siang berakhir, bos saya memanggil kedua anak ini (termasuk saya dan satu teman saya yang lain) untuk diajak jalan-jalan ke mall di daerah Karawang tepatnya di Galuh Mas dengan modus ingin memperkenalkan kami dengan para mantan staffnya dulu di kantor yang lama yang kurang lebih berjumlah 6 orang. Sore itu juga. Jadi total orang yang akan berkumpul di sana adalah 11 orang (termasuk kami sendiri).

Setibanya di sana, bos saya langsung berbicara kepada dua anak ini untuk mentraktir kami makan dan nonton film di Cgv Blitz. Singkat cerita kemudian dua anak ini langsung menunjukkan ekspresi seperti kejatuhan tangga monyet dari pinggiran atap mall. Kebingungan. Mungkin dalam pikiran mereka, duit apalagi buat jajanin kami-kami ini yang berjumlah 11 orang. Tak lama kemudian, mereka panik dan langsung beralasan kalau mau mengambil uang di ATM luar mall. Dan feeling saya benar, pasti mereka tidak akan kembali lagi untuk bergabung bersama kami lagi di dalam. Mereka lebih memilih untuk kembali ke Jakarta dengan menaiki bus kota (karena sebelumnya kami berangkat dari Jakarta ke Karawang dengan menggunakan mobil) daripada harus jajanin 11 orang makan dan nonton film. Bos punya caranya masing-masing untuk mendidik mentalitas para staffnya, bukan?
Penyebab Stress Kerja dan Cara Mengatasinya
via: www.jamesyang.com
Cara Mengatasi Stress Kerja
Ketika segala sesuatunya yang ada di dalam kantor tidak ada yang berada dibelakangmu, santai aja semua bakalan indah pada waktunya. Gaada kerjaan yang bikin ngga stress, pasti ada titik-titik dimana kerjaan itu bikin stress; entah dari segi karena kerjaan terlalu susah atau terlalu mudah dan bikin bosen.

1. Schedule Pekerjaan yang Ketat - Atasi dengan sikap yang jujur dan gentle. Kerjaan jangan di-hold (ga disetorin sebelum waktunya). Kalaupun saya dikasih kerjaan terus menerus, saya atasi dengan bersyukur karena saya masih diberi kesempatan untuk dapet duit dari pekerjaan saya. Iri ngeliat yang lain lebih santai? Tutup mata, fokus sama diri sendiri.

2. Target Kerja yang Menggunung (Overload) - Atasi dengan santai tapi tetap jalan dan jangan sampai berhenti. Gimana kalau kerjaan saya luput dari penilaian plus dari atasan? ya udahlah, toh masih ada yang lebih atas (Rabb semesta alam) yang menilai saya. Jadi ga perlu takut ga bakal naik peringkat, justru kalau yang lebih atas yang menilai, akan lebih cepat naik kelasnya. Betul?

3. Tim Kerja yang Kurang Solid - Atasi dengan jalin komunikasi sebaik mungkin. Jangan sampai putus komunikasi kayak mantan. Kalau mereka tetep ga ngerasa gimana? ada dua kemungkinan, yang pertama yaitu usaha saya untuk lebih membuka diri dengan mereka yang kurang maksimal atau mereka pada dasarnya pengin banget idup di hutan.

4. Under Pressure - Atasi dengan kalimat kekinian "Lemesin aja shaay!". Karena dibawah tekanan itu seperti takdir; sudah tertulis dalam skenario, dan pasti akan terjadi. Yang perlu saya lakuin untuk menjaga performance saya di kantor ketika takdir itu sedang berjalan adalah, saya nikmati sekuat-kuatnya.  Saya ga mau dibawah kendali tekanan, maunya cuma dibawah tenda biru sama kamu.

Manajemen stress adalah cara agar kita dapat mengendalikan diri secara partial/sebagian bahkan seutuhnya dari diri sendiri ketika sedang dalam masa-masa stress. Sama seperti didikan bos, manajemen stress setiap orang juga berbeda-beda. Terserah mau pakai cara seperti apa, yang terpenting adalah bagaimana cara kita agar tetap dalam kendali dan dalam performa yang stabil ketika masa-masa tersebut datang. Jangan mau kalah dengan keadaan.

Top